Jumat, 22 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Cekcok dengan Tunangan, Pemuda Gantung Diri

Minggu, 11 Mar 2018 21:55 | editor : Abdul Basri

KAKU: Polisi memeriksan jasad Moh. Sahrul Romadon di ruang pemulasaraan jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan Minggu (11/3).

KAKU: Polisi memeriksan jasad Moh. Sahrul Romadon di ruang pemulasaraan jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan Minggu (11/3). (ISTIMEWA Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Warga Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan Moh. Sahrul Romadon Arif Kurniawan Minggu (11/3) sekitar pukul 09.00. Pemuda berusia 22 tahun asal Jalan Raya Ketengan, kelurahan setempat itu diduga cekcok dengan tunangannya sebelum mengakhiri hidupnya.

Peristiwa itu bermula saat Moh. Sahrul Romadon Arif Kurniawan berangkat menuju rumah tunangannya, Ainun Kiptiyah, 20, di Dusun Junok, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, sekitar pukul 07.00. Belum diketahui pasti apa yang terjadi saat itu. Polisi menyebut, keduanya sempat cekcok.

Sekitar pukul 09.00, Moh. Romadon Arif Kurniawan, 31, kakak Moh. Sahrul Romadon mendengar informasi bahwa adiknya tewas gantung diri di rumah tunangannya. Saat itu, adiknya sudah dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Moh. Romadon Arif Kurniawan langsung berangkat ke RSUD Syamrabu Bangkalan. Setibanya di rumah sakit, ternyata benar, adiknya sudah terbujur kaku. Kemudian, jenazah adiknya dibawa pulang untuk dikebumikan.

Kepala Ruang Pemulasaraan Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan Sugianto mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan otopsi tidak ada bekas sayatan benda tajam maupun tumpul di tubuh korban. Namun, di leher korban ada bekas jeratan tali.

”Tidak ada bekas penganiayaan. Di leher hanya ada bekas jeratan bekas tali. Korban sudah dipulangkan,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura.

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengungkapkan, sebelum melakukan bunuh diri, Moh. Sahrul dan Ainun Kiptiyah sempat cekcok. Kemudian, Sahrul melakukan tindakan bunuh diri. ”Awalnya cekcok dengan tunangannya, terus korban bunuh diri,” ungkap dia.

Bidarudin menegaskan, kendati korban bunuh diri, polisi tetap melakukan pemeriksaan kepada tunangan korban, maupun saksi mata lainnya yang mengetahui peristiwa bunuh diri itu. Pihaknya membenarkan Sahrul dan Kiptiyah masih ada hubungan famili keluarga.

”Sesuai dengan protap, meskipun bunuh diri, kami tetap melakukan pemeriksaan. Masih diselidiki itu,” ucapnya.

(mr/bam/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia