Rabu, 20 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Waspada, Longsor Terus Mengancam

Senin, 12 Mar 2018 11:02 | editor : Abdul Basri

BAHAYA: Warga berada di jalan yang retak akibat tanah longsor di Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Sabtu (10/3).

BAHAYA: Warga berada di jalan yang retak akibat tanah longsor di Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Sabtu (10/3). (BUDI FOR Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Tidak ada salahnya warga senantiasa waspada. Belakangan ini hujan mengguyur dengan intensitas tinggi. Hal itu memicu terjadinya bencana tanah longsor. Tercatat sejak awal tahun, sudah terjadi sembilan kali tanah longsor di Pamekasan.

Di antaranya, tanah longsor terjadi di Jalan Ponjuk, Desa Bulangan Haji, Kecamatan Pegantenan; di Desa Sumber Waru, Kecamatan Waru; di Kecamatan Kadur; dan di Kecamatan Palengaan. ”Mulai akhir Januari sampai awal Maret ini sudah terjadi sembilan kali tanah longsor. Rata-rata yang longsor adalah tebing,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan Budi Cahyono.

Terbaru, lanjutnya, tanah longsor terjadi di Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Sabtu (10/3) sekitar pukul 14.00. Tebing di pinggir jalan di desa tersebut longsor. Akibatnya, badan jalan ambles kira-kira 1 meter. ”Itu diakibatkan hujan yang terjadi terus-menerus selama berhari-hari,” kata pria berkumis tersebut.

Budi menjelaskan, tanah longsor terjadi karena ada gerakan tanah yang didukung hujan yang terus-menerus. Akibat tidak bisa menampung penyerapan air, tanah tergerus hingga terjadi longsor. ”Struktur tanah tidak kuat. Gerakan tanah masih ada,” terangnya.

Penanganan yang dilakukan pihaknya bersifat tanggap darurat sementara. Seperti pemasangan beronjong dan menyusun tanah yang dibungkus sak serta membuat penahan menggunakan bambu. ”Tidak semuanya bisa ditangani BPBD Pamekasan. Sebab, ada wilayah yang menjadi tanggung jawab provinsi,” sebutnya.

Anggota DPRD Pamekasan Iskandar meminta pemkab intens memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan tanah longsor. Sebab, aktivitas masyarakat juga bisa memicu terjadinya longsor.

”Seperti tebang pohon atau melakukan galian C secara ilegal. Itu dapat menyebabkan longsor. Masyarakat harus diberikan penyadaran,” sarannya.

(mr/sin/hud/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia