Selasa, 19 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Tiga Bulan, Enam Ibu Tewas

Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

Senin, 12 Mar 2018 17:13 | editor : Abdul Basri

Tiga Bulan, Enam Ibu Tewas

   PAMEKASAN – Jumlah kematian ibu melahirkan di Pamekasan tahun ini relatif tinggi. Dalam rentang waktu tiga bulan terakhir sudah ada enam kasus. Padahal, pada 2017 lalu hanya delapan kasus dalam setahun.

Penyebab kematian terhadap ibu saat melahirkan bisa dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari perdarahan saat kehamilan seperti infeksi pasca melahirkan. Kemudian komplikasi aborsi, komplikasi persalinan, dan pembekuan darah.

”Berbagai faktor tersebut memiliki risiko tinggi terhadap kematian ibu saat melahirkan,” ucap Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Pamekasan Johan Agung Minggu (11/3).

Dia menjelaskan, puskesmas sejauh ini sudah memberikan akses yang mudah, cepat, dan berkualitas untuk memfasilitasi ibu hamil. Karena itu, perempuan yang sedang hamil diminta rutin konsultasi dengan dokter. Minimal empat kali selama masa kehamilan.

Menurut dia, perdarahan hebat setelah lahir dapat berisiko. Jika tidak dapat ditangani dengan baik, perdarahan bisa semakin parah dan bahkan bisa menyebabkan ibu meninggal.

”Perdarahan ini bisa terjadi saat Anda memilih untuk melahirkan normal maupun Caesar,” jelasnya.

Menurut Johan, selama kehamilan, fungsi jantung perempuan mengalami perubahan yang cukup banyak. Hal tersebut membuat ibu hamil dengan riwayat penyakit jantung berisiko tinggi terjadi kematian.

”Salah satu penyakit pada jantung yang dapat menyebabkan kematian ibu hamil adalah kardiomiopati,” terangnya.

Dia menjelaskan, kardiomiopati adalah penyakit otot jantung yang membuat jantung lebih besar, lebih tebal, dan kaku. Penyakit seperti ini bisa membuat jantung lemah dan tidak bisa memompa darah dengan baik.

”Kardiomiopati bisa menyebabkan masalah, seperti gagal jantung atau penumpukan cairan di paru-paru,” tandasnya.

Johan tidak bisa menjelaskan penyebab kematian enam ibu tersebut. Sebab, data pastinya ada di kantor. ”Teknisnya, yang tahu staf saya. Tapi, seperti yang saya jelaskan tadi, ada banyak faktor yang menyebabkan ibu melahirkan itu meninggal dunia,” tukasnya.

(mr/ghi/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia