Jumat, 22 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

STAIN Pamekasan Terus Matangkan Persiapan Menjadi IAIN

Bangun SDM, Benahi Fasilitas dan Sarpras

Selasa, 13 Mar 2018 04:39 | editor : Abdul Basri

MEGAH: Gedung baru STAIN Pamekasan. Gedung tersebut merupakan ruang kelas untuk fakultas tarbiyah.

MEGAH: Gedung baru STAIN Pamekasan. Gedung tersebut merupakan ruang kelas untuk fakultas tarbiyah. (STAIN FOR Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan terus berbenah untuk mewujudkan misi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Salah satunya dengan membangun gedung megah. Status IAIN diharapkan terwujud tahun ini.

Sejumlah mahasiswa STAIN Pamekasan semringah melihat gedung baru berlantai lima itu. Mereka bersemangat mengikuti perkuliahan. Gedung baru yang menghabiskan dana Rp 17 miliar itu diresmikan Senin (13/3).

Gedung tersebut digunakan sebagai ruang kelas mahasiswa. Khususnya, mahasiswa fakultas tarbiyah. Gedung tersebut difasilitasi laboratorium. Tujuannya, mempermudah mahasiswa melaksanakan praktikum.

Ketua STAIN Pamekasan Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. menyatakan, untuk menjadi IAIN, kampus yang dia pimpin perlu terus berbenah. Salah satunya dengan membangun SDM mumpuni dan menambah fasilitas serta sarana dan prasarana (sarpras) kampus.

Menurut Kosim, gedung anyar itu telah dioperasikan, tetapi baru kemarin diresmikan. Dalam peresmian gedung baru itu, STAIN Pamekasan mengundang kejari dan pemkab. ”Gedung ini terdiri atas lima lantai,” ucapnya.

”Lantai pertama digunakan sebagai kantor prodi dan dekanat. Lantai dua dan tiga digunakan untuk ruang kelas mahasiswa,” imbuh Kosim.

Sebagai satu-satunya kampus negeri di Kota Gerbang Salam, pihaknya tidak hanya berkonsentrasi membangun SDM. Kosim juga membenahi sarana dan fasilitas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa.

Menurut dia, pengembangan SDM dan pembangunan sarpras harus berjalan bersamaan. Tanpa fasilitas dan sarpras yang memadai, akan sulit mencetak SDM mumpuni. Karena itu, sarpras dan fasilitas perlu diperbarui secara bertahap.

Tahun depan STAIN Pamekasan akan membangun gedung baru lagi. ”Ini dilakukan untuk menampung mahasiswa yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun,” tandasnya.

Selama ini, pihaknya masih memberlakukan jam kuliah selama enam hari. Yakni, mulai Senin hingga Sabtu. Idealnya, perkuliahan hanya berlangsung lima hari. Karena itu, fasilitas dan sarpras akan terus bertambah untuk membuat mahasiswa lebih terlayani dengan baik.

”Ke depan kami menginginkan masa perkuliahan berlangsung lima hari,” katanya. ”Untuk sementara, karena gedung atau ruang kelas belum memadai, mahasiswa kuliah sampai Sabtu. Ke depan fasilitas akan terus kami tambah,” tukas Kosim.

(mr/ghi/hud/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia