Rabu, 20 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Diduga Pukul Warga, Kades Dipolisikan

Selasa, 13 Mar 2018 04:40 | editor : Abdul Basri

TANYA PERKEMBANGAN: Keluarga Untung didampingi kuasa hukum berada di ruang tunggu Satreskrim Polres Pamekasan Senin (12/3).

TANYA PERKEMBANGAN: Keluarga Untung didampingi kuasa hukum berada di ruang tunggu Satreskrim Polres Pamekasan Senin (12/3). (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Kepala desa (Kades) harusnya menjadi pengayom bagi warga. Namun, berbeda dengan Hairul Anwar. Kades Lembung, Kecamatan Galis, itu harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran diduga memukul warganya.

Hairul Anwar dilaporkan oleh Untung, 68, warga setempat, atas tuduhan pemukulan pada 9 Januari 2018. Sanak famili didampingi kuasa hukum Untung mempertanyakan perkembangan kasus tersebut ke Polres Pamekasan Senin (12/3).

Achmad Chairul Farid, kuasa hukum Untung, mengatakan, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Selasa, 9 Januari 2018. Tempat kejadian perkara (TKP) di pinggir jalan Desa Dasok, Kecamatan Pademawu.

Latar belakang penganiayaan, Kades diduga menguasai lahan milik Untung. Lahan tersebut kemudian dibangun gudang dan beberapa keluarga Kades tinggal di lahan itu.

Tidak terima lahannya dikuasai Kades, Untung bersuara. Akibatnya, pria paro baya itu dicegat di jalan, lalu dianiaya. ”Laporan kami masukkan pascainsiden pemukulan itu,” katanya.

Farid menyatakan, tindakan arogansi Kades itu tidak bisa ditoleransi. Sebab, sebagai pengayom masyarakat, Kades seharusnya bertindak bijak. Apalagi, lawannya adalah orang tua yang sudah berusia lanjut.

Kades Hairul Anwar dilaporkan atas dugaan pelanggaran pasal 352 ayat (1) KUHP. Farid polisi harus mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak ada lagi tindakan arogan dari pelayan masyarakat. ”Di kepolisian, berkas hampir rampung,” katanya.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki membenarkan laporan itu. Menurut dia, polisi melakukan penyelidikan terhadap kasus. ”Iya, kasus ini masih dalam proses,” katanya.

Osa menyampaikan, jika sudah rampung, berkas segera dilimpahkan ke kejaksaan. Dengan demikian, dia meminta masyarakat tidak resah. Sebab, polisi mengusut kasus hukum secara profesional dan proporsional.

Sementara itu, Kades Lembung Khorul Anwar belum bisa dimintai keterangan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon tidak berhasil.

(mr/pen/hud/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia