Senin, 18 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

Dinas PRKP dan Cipta Karya Luncurkan Dua Program Prioritas

Selasa, 13 Mar 2018 13:59 | editor : Abdul Basri

MELIMPAH: Salah satu program pengadaan air bersih Dinas PRKP dan Cipta Karya di Dusun Jutengan Laok, Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten.

MELIMPAH: Salah satu program pengadaan air bersih Dinas PRKP dan Cipta Karya di Dusun Jutengan Laok, Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten. (Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya Sumenep terus berinovasi. Tahun ini instansi yang dikepalai Bambang Irianto itu meluncurkan dua program prioritas. Yakni, pembangunan kawasan strategis nasional dan  pengadaan air minum.

Bambang Irianto mengatakan, pihaknya mendapat bantuan pembangunan kawasan strategis nasional dari kementerian. Perencanaan menghabiskan dana sekitar Rp 450 juta. ”Tujuannya, tata bangunan untuk penataan kota,” ucapnya Senin (12/3).

Tahun ini program tersebut difokuskan pada Taman Adipura atau Taman Bunga (TB). Berdasar hasil musyawarah dengan sesepuh dan tokoh, tata Kota Sumenep dikembalikan seperti tempo dulu.

”Karena dulu ada jalan dari pendapa menuju masjid. Di tengah taman ada air mancur. Nanti akan diformat baru disesuaikan dengan kepentingan ruang terbuka hijau (RTH),” imbuhnya.

Selain mempercantik TB, program itu menambah kawasan RTH untuk memenuhi standar persentase RTH nasional. Berdasar hasil koordinasi bersama kementerian, paling lambat pada April sudah bisa diluncurkan.

Sedangkan pengadaan air bersih juga merupakan program pemerintah pusat. Pemerintah mengedepankan program prioritas. ”Terutama, urusan air bersih. Sebab, merupakan program pilihan,” imbuhnya.

Pihaknya sudah memetakan daerah mana saja yang sudah dicapai dan yang sulit direalisasikan. Terutama di kepulauan. Di sana ketersediaan air bahan bakunya susah sehingga meskipun ada program tersebut sulit diwujudkan. Hal itu menjadi pemikiran ke depan. Apakah menggunakan air laut yang sudah diproses atau mencari sumber. ”Program air bersih sudah banyak meng-cover daerah kesulitan air minum,” tegasnya.

Bambang menjelaskan, daerah yang menjadi prioritas antara lain, Kecamatan Lenteng dan Dungkek. Juga, pesisir di wilayah utara. Pemetaan dilakukan untuk mempermudah realisasi. Kemudian mencari sumber air. ”Kami cek sumur itu memenuhi standar tidak debitnya. Kami melakukan survei. Karena ini jangka panjang,” tegasnya.

Pihaknya sudah memiliki data daerah kekurangan air minum. Juga sudah ada koneksivitas dengan Kementerian PUPR dalam bentuk program pamsimas. ”Setiap tahun dapat dan ada tambahan. Karena air minum program prioritas. Bantuan dari pemerintah pusat dan dana APBD juga masuk,” pungkasnya.

(mr/rul/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia