Selasa, 19 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Sampang

Program IKM Tidak Merata

Selasa, 13 Mar 2018 21:08 | editor : Abdul Basri

USAHA RAKYAT: Pekerja membungkus rengginang di toko camilan Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Senin (12/3).

USAHA RAKYAT: Pekerja membungkus rengginang di toko camilan Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Senin (12/3). (ZAINAL ABIDIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang menyiapkan anggaran Rp 372 juta untuk membantu industri kecil menengah (IKM). Anggaran tersebut terbagi dalam lima paket program bantuan alat produksi.

Kabid Perindustrian Disperdagprin Sampang Imam Rizali mengatakan, bantuan tersebut akan direalisasikan kepada 16 IKM. Belasan IKM itu tahun lalu mengajukan permohonan bantuan alat produksi. Enam IKM batik Rp 216 juta, enam IKM makanan dan minuman (mamin) Rp 84 juta, satu IKM konfeksi Rp 11,6 juta, satu IKM pengolahan ikan bandeng Rp 18,5 juta, dan dua IKM mebel Rp 25,7 juta.

Kelompok IKM batik mendapat bantuan Indo Busana, Al Barokah, Nafa Brother’s, Al Hidayah, Rizquna, dan Al Qomari. IKM mamin Kelompok Rampak Naong di Kecamatan Pangarengan, Sreseh, Tambelangan, dan Sampang.

Sementara IKM mebel yakni Mebel Barokah dan Mebel Mandiri. IKM pengolahan ikan bandeng kelompok Mutiara Laut dan IKM konfeksi itu kelompok Mala Dewa di Kecamatan Torjun. ”Kami juga memberikan pelatihan dan pembinaan kepada mereka dalam peningkatan kualitas produksi, pematenan produk, pelebelan, sertifikat halal, dan pemasaran,” ucapnya Senin (12/3).

Dari sekian IKM, belum semua tersentuh program tersebut. Sebab, disesuaikan dengan anggaran dan ada skala prioritas serta penilaian khusus. Misalnya, proses produksi dan manajemen IKM.

Kelengkapan izin usaha juga diperhatikan agar pembinaan terarah dan tepat sasaran. Menurut Wahyu, maju tidaknya IKM bergantung pada usaha dan kreativitas. ”Ketika produk dikenal dan banyak diminati, kualitasnya malah menurun. IKM lebih mementingkan peningkatan jumlah produksi,” katanya.

Salah satu syarat IKM bisa mendapat bantuan harus tergabung dalam kelompok usaha dan mempunyai surat izin usaha perdagangan (SIUP). ”Kami mempunyai tim untuk mendata IKM yang berhak mendapatkan bantuan. Program dijalankan bertahap. Semua IKM mendapatkan bantuan dengan catatan bisa memenuhi persyaratan,” terangnya.

Kepala Diskumnaker Sampang Moh. Suhrowardi menyatakan, tahun ini pihaknya tidak menganggarkan bantuan pinjaman modal IKM. Sebab, kesadaran IKM untuk mengembalikan dana pinjaman minim. ”Banyak IKM yang nunggak. Kami fokus dalam pengembalian,” ujarnya.

(mr/nal/luq/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia