Senin, 18 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Sastra & Budaya

Persipura Jadi Lawan Madura United Selanjutnya

Rabu, 14 Mar 2018 00:51 | editor : Abdul Basri

ON FIRE: Gelandang Madura United Raphael Maitimo dikawal oleh sejumlah pemain PS TIRA di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, beberapa waktu lalu.

ON FIRE: Gelandang Madura United Raphael Maitimo dikawal oleh sejumlah pemain PS TIRA di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, beberapa waktu lalu. (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Demi mematangkan persiapan menghadapi Liga 1, Madura United akan kembali menggelar uji coba. Kali ini, lawan yang bakal dihadapi bukanlah tim sembarangan, yakni Persipura Jayapura.

Laga tersebut akan menjadi uji coba ketiga di bawah asuhan pelatih anyar Milomir Seslija. Rencananya, pertandingan persahabatan itu akan digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada 18 Maret.

Tim berjuluk Mutiara Hitam itu akan menjadi lawan sepadan bagi Fachruddin Wahyudi dkk. Sebab, Persipura merupakan salah satu tim hebat di Tanah Air. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu tim yang konsisten dalam perburuan juara.

Semenjak ditangani Milo –panggilan Milomir Seslija, Laskar Sape Kerrap selalu meraih hasil positif. Laga tersebut akan menjadi ujian terberat sebelum mengarungi ketatnya Liga 1 yang akan dimulai 23 Maret mendatang.

Menghadapi Persipura Jayapura, Milo juga berambisi untuk kembali menang. Jika mampu memenangkan pertandingan, moral pemain akan semakin terangkat. Pelatih asal Bosnia tersebut mengatakan tak mempermasalahkan jumlah gol. Yang terpenting timnya mampu memenangkan pertandingan.

”Memimpin 1-0 itu cukup, yang penting 3 poin (memenangkan pertandingan). Hasil ini sangat penting dan bisa membangun kepercayaan diri,” ujar Milo.

Selain itu, Milo menginginkan tidak hanya bagus pada babak pertama. Pada babak kedua harus tetap mendominasi. Milo ingin seluruh pemain bisa fokus, termasuk dalam keadaan unggul.

”Banyak tim Indonesia yang kalah di menit-menit terakhir. Kita harus kontrol dan fokus selama 90 menit. Ini proses mengajari mereka,” harap Milo.

Dia ingin pemain muda turut mempelajari bagaimana timnya bermain. ”Kami tidak mau mengajari mereka hanya lari, lari, dan lari sepanjang pertandingan. Namun, bertanding dengan rencana dan terstruktur,” tegas Milo.

(mr/dam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia