Jumat, 22 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejari Bangkalan Gali Dugaan Korupsi Kambing Etawa

Rabu, 14 Mar 2018 00:54 | editor : Abdul Basri

Kepala Kejari Bangkalan Riono Budi Santoso

Kepala Kejari Bangkalan Riono Budi Santoso (BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan terus melakukan pemeriksaan untuk mengungkap dugaan korupsi program kambing etawa. Ditengarai, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan terlibat dalam program yang dilaksanakan di desa-desa tersebut.

Sebelumnya, kejari memanggil empat kepala desa (Kades) dan ketua/bendahara BUMDes. Meliputi, Desa Banyusangka dan Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjungbumi, serta Desa Tlokoh dan Desa Durjan, Kecamatan Kokop.

Selasa (13/3) Korps Adhyaksa kembali memanggil aparatur desa. Yakin, Desa Blega dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, serta Desa Pangpong dan Desa Baengas, Kecamatan Labang.

Diduga, DPMD Bangkalan menjadi pengepul program kambing etawa untuk dikelola desa. Program tersebut dialokasikan dari dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) serta APBD. Di Bangkalan ada 273 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

Anggaran program kambing etawa tiap desa Rp 34.500.000. Perinciannya, Rp 13.700.000 untuk membeli empat kambing etawa betina, Rp 10.000.000 untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan, dianggarkan Rp 10.000.000 untuk pembuatan kandang kambing, dan Rp 800.000 untuk biaya transportasi pendistribusian kambing.

Total anggaran pembelian kambing etawa betina dan jantan untuk seluruh desa di Bangkalan mencapai Rp 6.470.100.000. Biaya pembuatan kandang kambing etawa sebesar Rp 2.730.000.000. Sedangkan biaya transportasi pendistribusian kambing Rp 218.400.000. Dengan demikian, anggaran program kambing etawa secara keseluruhan Rp 9.418.500.000.

Kepala Kejari Bangkalan Riono Budi Santoso membenarkan ada pemeriksaan terhadap sejumlah pihak untuk mengetahui program kambing etawa. Namun, dia menolak memberikan penjelasan rinci terkait pemeriksaan itu. ”Kami menggali informasi program kambing etawa,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPMD Bangkalan Mulyanto Dahlan belum bisa dimintai penjelasan mengenai dugaan korupsi program kambing etawa. Didatangi ke ruang kerjanya, dia tidak ada. Dihubungi berkali-kali ke nomor selulernya, tidak ada respons. (bam/hud/luq)

 

(mr/bam/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia