Senin, 18 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Kisriyah Tak Terima Suami Jadi Tersangka Penggelapan Mobil

Rabu, 14 Mar 2018 00:56 | editor : Abdul Basri

RAMAI: Belasan warga dari Desa Giring, Kecamatan Manding, berada di depan Mapolres Sumenep, Selasa (13/3).

RAMAI: Belasan warga dari Desa Giring, Kecamatan Manding, berada di depan Mapolres Sumenep, Selasa (13/3). (MUSTAJI/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Belasan warga dari Desa Giring, Kecamatan Manding, mendatangi Polres Sumenep Selasa (13/3). Mereka tidak terima Nurholis, salah satu warga Desa Giring, dijadikan tersangka kasus dugaan penggelapan mobil.

Belasan warga Desa Giring menganggap tindakan polisi menjadikan Nurholis sebagai tersangka kasus penggelapan mobil tidak berdasar. Kisriyah, istri Nurholis, menjelaskan, warga yang datang ke mapolres merupakan orang-orang yang peduli terhadap Nurholis.

Mereka memberikan dukungan dan yakin Nurholis tidak bersalah. ”Warga yang datang ini para tetangga yang mengenal baik suami saya. Mereka tahu tidak mungkin suami saya melakukan kejahatan seperti itu,” jelasnya.

BELA SUAMI: Kisriyah, istri tersangka penggelapan mobil, memberikan keterangan kepada awak media.

BELA SUAMI: Kisriyah, istri tersangka penggelapan mobil, memberikan keterangan kepada awak media. (MUSTAJI/Radar Madura/JawaPos.com)

Kisriyah mengaku yakin suaminya tidak bersalah. Menurut dia, Nurholis hanya menjadi korban penipuan. Dia meminta agar suaminya dibebaskan. Jika tidak, dia mengancam akan melapor ke Polda Jatim.

”Dulu ada orang yang utang ke suami saya. Karena tidak mampu bayar, diberi mobil,” katanya.

Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego Supriyanto Marwoto menerangkan, tersangka Nurholis diduga merupakan tangan kedua dari tersangka utama kasus penggelapan mobil. Menurut dia, mobil jenis APV nopol M 1265VJ yang mejadi masalah tersebut adalah milik Rahmat, warga Kecamatan Saronggi.

Nurholis, kata dia, mendapat mobil tersebut dari tersangka lain yang saat ini masih buron. Tersangka yang buron itu menggadaikan mobil tersebut kepada Nurholis senilai Rp 30 juta. Setelah itu, Nurholis menggadaikan lagi kepada S (inisial), warga Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Sumenep.

”Mobil itu sebenarnya mobil rental, tapi digadaikan oleh salah satu tersangka kepada Nurholis. Kemudian digadaikan lagi kepada orang lain. Ini kan sudah tidak benar semua,” bebernya.

Nurholis ditangkap di rumahnya Senin (12/3) sekitar pukul 23.00. Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Sumenep, Nurholis ditetapkan sebagai tersangka. Usai menetapkan Nurholis sebagai tersangka, kemarin sekitar pukul 15.00, polisi juga mendatangi rumah S.

Sayangnya, orang yang dicari tidak berada di rumah. Polisi hanya mengamankan barang bukti (BB) berupa satu unit mobil APV. ”Informasi yang kami dapat, S berada di Surabaya,” ungkapnya.

Tego menegaskan, polisi melakukan pengejaran terhadap para tersangka. Mereka sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

(mr/aji/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia