Selasa, 19 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Penyertaan Modal PD BPR Tunggu Perda

Rabu, 14 Mar 2018 01:02 | editor : Abdul Basri

TUNGGU MODAL INTI: Warga melintas di depan kantor PD BPR Bangkalan beberapa waktu lalu.

TUNGGU MODAL INTI: Warga melintas di depan kantor PD BPR Bangkalan beberapa waktu lalu. (Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN– Sejak 2015 lalu, Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bangkalan tidak menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Lantaran modal inti yang dimiliki tidak sesuai standar yang ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kini, badan usaha milik daerah (BUMD) itu butuh penyertaan modal dari pemkab. Sayangnya, regulasi untuk merealisasikan penyertaan modal tersebut belum dibuat.

Kabag Marketing PD BPR Bangkalan Yustejo Tariq mengaku masih kekurangan modal inti sekitar Rp 1 miliar. Pihaknya sudah mengajukan penyertaan modal kepada pemkab, sehingga nantinya bisa memenuhi modal inti Rp 6 miliar.

”Kami mengajukan kebutuhan. Dari bidang perekonomian sudah ditindaklanjuti,” ucapnya Selasa  (13/3).

Jika pada 2018 modal inti terpenuhi, diperkirakan PD BPR bisa sumbang PAD sekitar Rp 750 juta. ”Kalau untuk menyumbang PAD kami mampu. Tapi modal intinya belum terpenuhi,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kabag Perekonomian Setkab Bangkalan Joko Supriyono menerangkan, untuk penyertaan modal masih menunggu peraturan daerah (perda). Setelah itu, baru ada plotting anggaran untuk penyertaan modal PD BPR.

”Raperdanya belum. Masih pembahasan dulu. Menunggu penetapan perda penyertaan modal, baru nanti di-plotting,” ungkapnya.

Joko berharap penyertaan modal inti PD BPR Bangkalan terpenuhi tahun ini. Sebab menurutnya, BUMD ini sangat potensial untuk dikembangkan. ”Kami harap terpenuhi. Mudah-mudahan disetujui timgar (tima anggaran) pemkab dan banggar (badan anggaran) DPRD,” harapnya. 

(mr/bad/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia