Minggu, 24 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Siswa Penganiaya Guru Budi Huni LPKA Blitar

Rabu, 14 Mar 2018 01:11 | editor : Abdul Basri

TERIMA PUTUSAN: HZF didampingi jaksa diserahkan ke LPKA Blitar Selasa (13/3).

TERIMA PUTUSAN: HZF didampingi jaksa diserahkan ke LPKA Blitar Selasa (13/3). (MUNARWI FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Siswa SMAN I Torjun berinisial HZF resmi dipindah ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Blitar Selasa (13/3). Siswa yang divonis terbukti melakukan penganiayaan dan menyebabkan gurunya, Ahmad Budi Cahyanto, meninggal dunia itu tidak mengajukan banding.

Sudah satu minggu dari putusan tidak ada pengajuan banding, baik dari jaksa penuntut umum (JPU) ataupun penasihat hukum (PH). ”HZF dieksekusi dipindahkan ke LPKA Blitar karena masa pikir-pikir sudah habis,” kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Sampang I Gde Perwata.

Menurut dia, usai divonis, HZF sementara ditaruh di Rutan Kelas II-B Sampang. Jika ditempatkan di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) tidak relevan.

”Di pleidoi minta ditaruh di RPS. Tapi tidak dikabulkan karena RPS itu tak relevan. Selama ini di Rutan Sampang dan dilanjutkan ke LPKA Blitar,” paparnya.

Hafidz Syafii selaku penasihat hukum HZF mengaku sudah menerima vonis 6 tahun penjara yang diberikan majelis hakim. Pihaknya tidak mengajukan banding. Meski begitu, pihaknya tetap berjanji akan melakukan upaya untuk memperoleh hak pendidikan terpidana anak HZF.

Penasihat hukum mendapat informasi bahwa HZF oleh pihak sekolah sudah diserahkan kepada orang tuanya. ”Kami akan perjelas pendidikannya karena orang tuanya belum menerima penyerahan dari pihak sekolah seperti informasi yang sampai kepada saya,” jelasnya.

Kasi Intel Kejari Sampang Joko Suharyanto mengatakan, dalam vonis terhadap HZF sudah sesuai dengan ketentuan. ”Vonisnya masih di atas tiga perempat tuntutan. Jadi kami tidak melakukan banding. Sedangkan eksekusinya tadi langsung didampingi JPU Kejari Sampang,” terangnya. 

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia