Selasa, 19 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

Gempa Sumenep Rusak Rumah Warga, Madrasah, dan Masjid

Rabu, 13 Jun 2018 22:59 | editor : Abdul Basri

ROBOH: Salah satu bangunan yang rusak akibat gempa di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih, Sumenep.

ROBOH: Salah satu bangunan yang rusak akibat gempa di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih, Sumenep. (M. RIDWAN FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Gempa bumi dengan kekuatan 4,7 skala richter (SR) di Sumenep, Rabu malam (13/6) membuat warga panik. Rumah warga di Kecamatan dilapoekan retak-retak.

Bahkan ada bangunan madrasah di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih roboh total. ”Akibat guncangan tadi mayoritas rumah di Desa Bullaan mengalami retak. Parahnya ada madrasah di Dusun Banno roboh total,” ungkap M. Ridwan, 31, warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Pria yang berprofesi sebagai dosen STKIP PGRI Sumenep itu menambahkan, sebagian tembok Masjid Al Hikmah di Dusun Bajur, Desa Bullaan, juga roboh. ”Belum ada informasi korban. Semoga tidak ada,” katanya.

BERANTAKAN: Gempa yang mengguncang Sumenep merobohkan tembok Masjid Alhikmah di Dusun Bajur, Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih.

BERANTAKAN: Gempa yang mengguncang Sumenep merobohkan tembok Masjid Alhikmah di Dusun Bajur, Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih. (M. RIDWAN FOR Radar Madura/JawaPos.com)

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget menyebutkan pusat gempa berada di timur laut Kota Sumenep.

Kepala Stasiun BMKG Kalianget Usman Kholid menjelaskan, gempa terjadi sekitar pukul 20.06 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 6,91 LS; 113,95 BT atau sekitar 17 kilometer dari pusat kota Sumenep.

Dahsyatnya gempa membuat getaran terasa hingga ke pusat Kota Sumenep. Pihak BMKG belum bisa memastikan daerah (desa dan kecamatan) yang menjadi pusat gempa.

”Sampai sekarang kami masih mengumpulkan informasi. Belun ada laporan dari pusat gempa. Tapi tim kami sedang mencari lokasinya,” jelas Usman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi mengaku belum menerima laporan kejadian ini. ”Kami belum menerima laporan apapun,” pungkasnya.

(mr/luq/aji/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia