Sabtu, 23 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Nafkahku Apa Kata Menantuku

Sabtu, 05 Aug 2017 17:30 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Nadzir/Radar Mojokerto)

Omahe si mbah nang kota adem Batu

Nginep omahe si mbah, molehne disangoni

Saben wulan oleh duwit belonjo tekan mantu

Amergi nduwe bojo ora sanggup mbelanjani

TULKIYEM (samaran), 49, warga Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, mendatangi kantor Pengadilan Agama (PA). Dia menggugat cerai suaminya, Mukiyo (samaran), 50. Dia mengaku sudah empat tahun ini tidak diberi nafkah setelah umur pernikahannya menginjak dua puluh tahun.

Mukiyo yang bekerja sebagai pembuat batu bata merah mengaku gajinya pas-pasan. Dan, Mukiyo sudah tidak sanggup memberi nafkah pada Tulkiyem. ’’Ngaku dia kalau gajinya tidak cukup buat menafkahi saya,’’ ujarnya. Untuk membantu perekonomian keluarganya, Tulikyem menjual es campur di depan rumahnya. ’’Tak bantu jualan es campur. Kalau gak gitu saya gak bisa makan,’’ jelasnya.

Memang, Tulkiyem selama dua puluh tahun ini mencoba bersabar dengan keadaan yang pas-pasan seperti itu. Tulkiyem tetap bertahan karena dulu Mukiyo masih menyisihkan uang gajinya untuk kebutuhan rumah tangganya. ’’Dulu itu saya masih dikasih uang, meskipun ya sedikit lah,’’ katanya.

Namun, sudah empat tahun terakhir ini Tulkiyem sama sekali tidak diberi nafkah. Tulkiyem sempat berpikir, bahwa suaminya memiliki wanita simpanan. ’’Tapi ya siapa yang mau, orang gajinya pas-pasan kok,’’ tambahnya. ’’Untung saja anak saya perempuan, jadi lulus SMA saya suruh nikah biar tidak menambah beban,’’ ujarnya.

Selama empat tahun terakhir ini, Tulkiyem mengaku bahwa ia mendapatkan uang belanja dari menantunya. Pada awalnya Tulkiyem tidak mau menerima uang dari menantunya. Dia merasa malu karena Tulkiyem masih punya suami yang seharusnya sanggup memberi nafkah. ’’Tapi ya kalau dipikir-pikir mengandalkan jualan es campur saja, ya gak cukup,’’ tandasnya. ’’Akhirnya ya sudah saya mau dan menggantungkan tiap bulan sama mantu saya,’’ tandasnya lagi.

Meskipun sebenarnya Tulkiyem tidak mau berpisah dengan suami karena malu dengan usia yang sudah tua. Tetapi setelah membicarakan masalah ini dengan anaknya, akhirnya sang anak juga mendukung dan menyetujui kalau lebih baik berpisah saja. ’’Punya suami tapi tidak memberikan nafkah ya buat apa, kata anak saya begitu,’’ jelasnya. ’’Toh mantu saya juga tidak keberatan tiap bulan memberi uang kepada saya,’’ jelasnya lagi.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia