Sabtu, 23 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Dituntut Kenali Karakter Permainan Lawan

Senin, 30 Oct 2017 23:30 | editor : Mochamad Chariris

PSMP saat menjalani laga uji coba melawan Sidoarjo Selection di Stadion Gajah Mada Mojosari, Mojokerto.

PSMP saat menjalani laga uji coba melawan Sidoarjo Selection di Stadion Gajah Mada Mojosari, Mojokerto. (Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Hampir dua pekan tanpa pertandingan, skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) akhirnya melakoni debutnya saat uji coba melawan Sidoarjo Selection di Stadion Gajah Mada Mojosari, Minggu (29/10).

Uji coba yang disaksikan hampir 5 ribu penonton itu menjadi ajang pemanasan The Lasmojo sebelum menghadapi sengitnya persaingan babak 8 besar Liga 2. Betapa tidak, Pasukan Laskar Majapahit bakal bersua tim-tim kuat dengan nama besar yang tergabung dalam Grup Y. Seperti Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, serta PSPS Pekanbaru.

Meski bukan tim unggulan, namun target lolos ke babak 4 besar menjadi harga mati yang harus diperjuangkan Mujib Ridwan dkk. Perjalanan yang sangat berat sejak awal penyisihan hingga 8 besar belum cukup bagi manajemen untuk melepaskan posisi puncak ke tim lain.

Namun, laga yang kali pertama digelar sejak pembangunan lintasan Stadion Gajah Mada Mojosari rampung ini belum cukup memuaskan PSMP. Meski sukses menggilas Sidoarjo Selection dengan skor 5-0, hasil tersebut dinilai belum cukup pantas sebagai perbandingan atas tingginya perlawanan yang bakal dihadapi The Lasmojo di 8 besar nanti.

Hal ini tak lepas dari timpangnya level permainan antara PSMP dengan Sidoarjo Selection yang tak lain adalah tim gabungan dari klub internal Sidoarjo. Sebagai gantinya, Mujib Ridwan dkk bakal kembali di tes di uji coba kedua yang akan berlangsung pekan ini.

Pelatih PSMP, Redi Suprianto, mengakui, sejumlah kelemahan masih ditunjukkan anak asuhnya saat turun penuh di 90 menit pertandingan berjalan. Terutama soal feeling ball serta dominasi lini tengah yang kurang berjalan sempurna dan efektid.

Terbukti, The Lasmojo baru bisa mencetak gol pertama di menit ke-27 atau 30 menit setelah kickoff babak pertama dibunyikan wasit. ’’Ya karena setelah 16 besar anak-anak belum pernah main game penuh dengan tim lawan. Mungkin masih canggung jadi uji coba ini saya kira untuk mengembalikan sentuhan-sentuhan bola saja,’’ ungkapnya.

Redi juga tidak memungkiri, kualitas permainan anak asuhnya memang belum seratus persen pulih seperti saat babak 16 besar lalu. Hal ini tak lepas kebosanan yang melanda tim atas tak kunjung keluarnya jadwal pertandingan sebagai acuan pola latihan.Akibatnya, persiapan tim lewat latihan rutin pun berjalan monoton tanpa ada target pasti.

Padahal, bermain di 8 besar, Laskar Majapahit dituntut mampu mendalami kemampuannya sebelum turun di laga resmi. ’’Minggu terakhir ini kita mantapkan untuk strategi dan pola formasi 4-4-2 secara keseluruhan. Karena kemungkinan babak 8 besar akan berjalan seminggu setelah technical meeting Selasa (31/10) besok. Sebagai agenda terakhir, kita akan uji coba lagi tapi belum tahu lawannya siapa,’’ imbuhnya.

Dalam uji itu, Redi membagi pemainnya menjadi 2 tim yang berbeda. Yakni, tim A atau tim utama yang bermain penuh di babak pertama ditambah 15 menit babak kedua. Mereka sukses melesakkan 4 gol yang disumbangkan Muhammad Isa di menit ke-27, Haris Tuharea di menit ke-41, serta Indra Setiawan di menit ke-50 dan 56.

Setelah itu, perombakan besar berjalan di 30 menit sisa pertandingan dengan diisi seratus persen tim B atau pemain pelapis. Meski tak secemerlang tim A, namun permainan tim B dinilai cukup memuaskan tim pelatih dengan sumbangsih 1 gol yang dicetak oleh Beni Darius Figuda di menit ke-88.

’’Secara keseluruhan yang bisa kita nilai adalah kekuatan fisik anak-anak yang sudah fit seperti semula. Tinggal bagaimana mengefektifkan permainan lewat strategi khusus untuk menghadapi Persebaya, PSIS dan PSPS,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia