Rabu, 20 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Features
Wisata Bukit Pelangi Jatirejo, Mojokerto

Suguhkan Ratusan Tanaman Hias dan Aneka Bunga

Senin, 08 Jan 2018 21:59 | editor : Mochamad Chariris

Seorang pengunjung menikmati panorama warna-warni tanaman bunga hias.

Seorang pengunjung menikmati panorama warna-warni tanaman bunga hias. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

BAGI yang ingin merasakan sensasi berwisata berbeda di Kabupaten Mojokerto, mungkin Wisata Bukit Pelangi bisa menjadi alternatif untuk menghabiskan waktu libur.

Lokasinya berada di Dusun/Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo. Wisata ini menjadi primadona baru karena menyuguhkan pemandangan ratusan jenis tanaman dan bunga yang warna-warni di kaki Gunung Anjasmoro. 

TAK kalah dengan wisata alam yang tersebar di Kecamatan Trawas dan Pacet, perlahan Jatirejo juga mulai menampakkan potensi alamnya. Salah satunya yang ada di Dusun/Desa Jembul.

Bahkan, desa paling ujung selatan Kecamatan Jatirejo ini memiliki tiga wisata sekaligus. Antara lain, Air Terjun Kabejan, Kolam Renang yang di berada di atas bukit, dan Wisata Bukit Pelangi. Dari ketiga lokasi itu, yang menjadi magnet datangnya wisatawan adalah di Bukit Pelangi.

Untuk bisa mencapai lokasi, pengunjung memang harus menempuh perjalanan cukup jauh. Sebab, Desa Jembul berjarak kurang lebih 30 kilometer dari pusat Kota Mojokerto. Namun, perjalanan itu seakan terbayarkan dengan panorama indah di sepanjang perjalanan.

Pasalnya, akses untuk menuju Bukit Pelangi akan melintasi rindangnya pepohonan hutan yang berada di lereng perbukitan. Selain itu, sawah milik petani setempat yang menerapkan sitem terasering juga bisa memanjakan mata.

Setelah melalui kawasan hutan sejauh 3 kilometer, sampailah di gapura selamat datang di Desa Wisata Jembul. Terhitung sejak tiga tahun terakhir, Desa Jembul mulai bertransformasi menjadi desa wisata.

Itu setelah warga setempat secara bersama-sama membangun kawasan tempat tinggal mereka dengan memanfaatkan potensi yang ada. Khususnya di bidang pengembangan wisata alam.

’’Kebetulan di sini jumlah pendudukanya hanya 89 KK (kepala keluarga, red) dan mayoritas bertani. Setelah menjadi desa wisata, semua warga mau andil di dalamnya,’’ ungkap Mujianto, salah satu pengelola wisata.

Di antara hasilnya adalah Wisata Bukit Pelangi. Sebuah bukit yang ada di kaki Gunung Anjasmoro itu disulap menjadi hamparan yang penuh dengan tanaman hias dan aneka jenis bunga. Padahal, lokasi itu sebelumnya hanyalah sebuah bukit yang banyak terdapat bebatuan.

Menurut Mujianto, awalnya masyarakat setempat menamakannya Bukit Selendang. Namun, saat ini lokasi tersebut lebih dikenal sebagai Bukit Pelangi. Hal itu tak lepas dari perpaduan warna-warni bunga dan tanaman hias yang ditanam di sekitar lereng. Aneka warna alami tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dia mengatakan, selain Bukit pelangi, di Jembul terdapat wisata yang lainnya yang tak kalah memiliki pamor. Yakni, Air Terjun Kabejan dan kolam renang yang berada di atas bukit.

Menurut Mujianto, ke depan, warga akan menambahkan wisata lainnya. Salah satunya seperti bumi perkemahan. ’’Kami sudah membuat rencana, tapi untuk pengerjaanya secara bertahap,’’ paparnya.

Bahkan, untuk memasuki area tersebut, pengunjung tidak dikenakan retribusi tiket. Warga hanya menempatkan kaleng yang bisa diisi seikhlasnya oleh wisatawan.

Dana yang terkumpul dijadikan untuk biaya perawatan tempat wisata dan dana pemasukan desa. ’’Tempatnya bagus, murah juga. Karena hanya membayar parkir kendaraan saja,’’ ungkap salah satu pengunjung, Novi Irawati.

Tak hanya taman bunga, di Bukit Pelangi juga terdapat fasilitas lain. Antara lain, gazebo, rumah pohon, bangku pohon, dan sejumlah spot untuk ber-swafoto. Di antaranya spot kupu-kupu, sayap burung, dan bingkai bambu.

Semuanya berlatar belakang persawahan terasering. ’’Cocok untuk wisata keluarga. Tidak rugi karena bisa menjadi tempat edukasi juga pada anak-anak,’’ imbuh Nur Jamilah, wisatwan asal Bogor ini. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia