Senin, 25 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Nyelonong Rumah Warga, Mamud Berparas Ayu Ini Curi Perhiasan

Jumat, 12 Jan 2018 17:56 | editor : Mochamad Chariris

Chintia menutupi wajahnya menggunakan jaket saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bangsal, Mojokerto.

Chintia menutupi wajahnya menggunakan jaket saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bangsal, Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Chintia Christina, 21, Dusun Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, kembali berurusan dengan polisi.

Mama muda (mamud) satu anak ini ditangkap Unitreskrim Polsek Bangsal, setelah diduga menyerobot ke dalam rumah dan mencuri perhiasan emas milik Dian Novianti, 29, warga Jalan Cempaka, Dusun/Desa Gayam, Kecamatan Bangsal. Sebelumnya, dia dikabarkan sebagai residivis dengan kasus yang sama.

"Pelaku kami tangkap di rumahnya Kamis (11/1) malam," kata Kapolsek Bangsal AKP Suparmin, Jumat (12/10. Barang bukti dari tangan pelaku yang sudah ditetapkan tersangka turut disita polisi. Di antaranya, lima perhiasan emas terdiri dari dua kalung emas, dua liontin, dan satu gelang. "Uang tunai Rp 2.2 juta sisa dari hasil kejahatan juga kami amankan sebagai barang bukti," tambahnya.

Suparmin mengungkapkan, pencurian ini dilakukan pada Selasa (9/1). Pelaku melancarkan aksinya setelah berangkat dari rumah lalu mondar-mandir dari ke kampung-kampung untuk mencari sasaran. Nah, saat berada di jalan Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, sekitar pukul 10.00, Chintia melihat pintu rumah Dian dalam keadaan terbuka.

Pelaku akhirnya memutuskan nyelonong masuk. Sebab, saat itu, rumah korban dalam kondisi tidak terkunci. Sedangkan, orang tua korban sedang mencuci di kamar mandi. "Berhasil masuk rumah, pelaku menuju kamar dan mengambil uang Rp 500 ribu di atas meja rias," tegasnya.

Di dalam kamar, Chintia mengacak-acak almari. Dia mengambil sembilan perhiasan gelang berikut surat-suratnya. Hasil curian kemudian dimasukkan dalam saku celana samping kanan. Berikutnya, dia keluar meninggalkan rumah korban tanpa sepengetahuan keluarga korban.

Selanjutnya Chintia menuju Toko Bukit Emas di Pasar Sawahan, Kecamatan Bangsal, untuk menjual hasil curian. "Uang (hasil penjualan), langsung dibelikan lima buah perhiasan emas. Dua kalung emas, dua liontin emas, dan satu gelang emas," tandas Suparmin.

Oleh polisi, kini Chintia dijerat pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Di sisi lain, dari catatan kepolisian, mamud berparas manis ini dikabarkan pernah terjerat dalam kasus serupa.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia