Jumat, 22 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Si Mungil Tak Berdosa Ini Diperkirakan Baru Berusia Tujuh Hari

Minggu, 14 Jan 2018 17:35 | editor : Mochamad Chariris

Bayi yang dibuang di Masjid Baiturrahman, Desa Ngembeh, Kec. Dlanggu, Kab. Mojokerto.

Bayi yang dibuang di Masjid Baiturrahman, Desa Ngembeh, Kec. Dlanggu, Kab. Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Satu per satu pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) untuk mendukung penyelidikan kasus pembuangan bayi laki-laki, Minggu (14/1) siang, dicatat Satreskrim Polres Mojokerto.

Memang, hasil olah tempat kejadian perkara di lokasi Masjid Baiturrahman, Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, sementara polisi mendapat keterangan ada sepasang laki-laki dan perempuan masuk dalam masjid.

Mereka masuk sebelum bayi mungil itu dibuang di mihrab (ruang imam) beralas sajadah yang ditemukan oleh muadzin setempat. Namun, keterangan tersebut masih membutuhkan pendalaman kembali guna menguatkan keterangan saksi. Salah satunya, polisi mencoba mencari alat bukti lain, seperti kemungkinan ada pemasangan CCTV (closed circuit television).

”Kita akan terus dalami dengan melihat apakah ada CCTV yang terpasang di sepanjang jalan ke masjid ini (Baiturrahman),” kata Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, seusai melakukan olah tempat kejadian perkara.

Saat ini, pihaknya memperdalam antara keterangan saksi-saksi di lapangan dan pendokumentasian temuan bayi mungil itu. Di antaranya, keterangan warga diduga melihat sepasang laki-laki dan perempuan masuk ke dalam masjid sebelum temuan bayi. Dan, mendengar pengakuan muadzin masjid, Karnadi.

Sebab, dia merupakan orang yang pertama kali menemukan bayi dalam kondisi terlentang di mihrab dan beralaskan sajadah. Tak lama sebelum mengumandangkan azan salat Duhur. Secara umum, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Puskesmas Dlanggu, bayi yang kulitnya tampak masih kemerahan itu dalam kondisi sehat. Namun, untuk memastikan kembali, polisi harus merujuk bayi malang ini ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kabid Keperawatan RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Isbatuhul Khoirod menambahkan, saat pertama kali dirujuk ke RSUD, kondisi tali pusar bayi sudah dalam keadaan terlepas. Sehingga, bayi diperkirakan sudah berusia kurang lebih sepekan. ”Tali pusar sudah lepas, kira-kira usia sudah tujuh hari,” jelasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia