Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Journey
Melihat Hotel Berkonsep Kapsul di Trawas

Mengadopsi Desain Hotel di Jepang, Rp 250 Ribu Per Malam

Sabtu, 27 Jan 2018 16:45 | editor : Mochamad Chariris

Kamar hotel kapsul di Trawas, Kab. Mojokerto dikenal futuristis.

Kamar hotel kapsul di Trawas, Kab. Mojokerto dikenal futuristis. (Ist/Radar Mojokerto)

Fenomena baru yang ramai dibicarakan publik nasional sejak akhir tahun lalu adalah kemunculan hotel kapsul di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Seperti apa sensasinya?

SENSASI menginap di kamar hotel sepertinya sudah banyak dirasakan oleh sebagian penduduk Indonesia, khususnya Mojokerto. Namun, bagaimana dengan sensasi menginap di dalam sebuah ruangan kapsul yang disulap menjadi sebuah kamar hotel.

Kini tidak perlu lagi sampai ke Jepang, untuk bisa merasakan sensasi tersebut. Karena, sejak bulan Oktober 2017 lalu, hotel kapsul itu hadir di Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Berada di bawah pengelolaan Intiwhiz International, anak usaha pengembangan properti PT Intiland Development Tbk. Hotel kapsul ini memiliki 100 unit ruangan yang dibagi menjadi tiga bagian.

Bagian pertama dan kedua masing-masing 32 unit ruangan terbagi untuk laki-laki dan perempuan. Dan bagian terakhir ada 36 unit ruangan berada di tengah dijadikan sebagai ruangan multifungsi.

Dengan pintu di masing-masing sisi yang memisahkan unit ruangan kapsul untuk perempuan dan laki-laki. Bagian terakhir ini berfungsi jika dalam satu kunjungan tamu laki-laki atau perempuan ada yang lebih dari 32 orang. Maka ruangan multifungsi akan dibuka di bagian sisi yang dibutuhkan.

Meskipun 100 unit ruangan kapsul diimpor langsung dari negeri tirai bambu, Cina. Namun, untuk desain hotel kapsul sendiri sebenarnya diadopsi langsung dari desain asli hotel kapsul yang ada di Jepang.

Public Relation (PR) Hotel Kapsul, Tantri, meskipun tidak bisa dipungkiri jika kebanyakan orang masih bingung tentang hotel ini. Kebanyakan akan mempertanyakan kenyamanan tidur di dalam kapsul, apakah nyaman atau tidak.

Tapi, sampai memasuki awal tahun 2018, pengunjung hotel kapsul tetap saja ada. ”Meskipun belum pernah overbook, tapi beberapa kali sudah pernah fullbook,” terangnya. Meskipun sebenarnya tidak ada target khusus untuk pengunjung, sejauh ini hotel kapsul sering dijadikan tempat menginap para pekerja kantoran yang mengadakan seminar atau training di sekitar lokasi.

Dan, tidak hanya dari warga daerah Mojokerto saja. Dari daerah-daerah lain seperti Surabaya, Gresik atau Situbondo pernah merasakan sensasi menginap di dalam kapsul yang mirip dengan kapal perang ini.

Tidak seperti kamar hotel pada umumnya yang memiliki jenjang tipe, hotel kapsul ini dibuat dengan satu tipe yang sama. Sehingga, untuk harga per satu ruangan kapsul relatif lebih murah daripada menginap di hotel bintang dua, yaitu Rp 250 ribu per malam.

Dengan ukuran per unit yakni 1,4x2x1,2 meter, maka setiap unit hanya bisa menampung satu orang pengunjung. Meskipun hanya mampu untuk menampung satu pengunjung, namun fasilitas di dalam setiap unit cukup lengkap. Mulai dari AC, televisi, alarm, cermin, USB port, headphone, meja tambahan. Tak lupa sambungan wifi yang kencang pun disediakan di dalam masing-masing kapsul.

”Tidak akan kecewa menginap di dalam hotel kapsul yang selain hytech, juga futuristik,” tambahnya. Tingkat pencahayaan di dalam kapsul pun bisa diatur sedemikian rupa untuk mengurangi efek silau yang ditimbulkan.

Untuk fasilitas kamar mandi berada di luar area kapsul. Di mana, letaknya bersebelahan dengan ruang loker. Untuk membuka kunci loker, unit kapsul ataupun menghidupkan listrik di masing-masing unit. Setiap pengunjung akan diberikan kartu akses oleh petugas.

Di dalam loker pengunjung dapat mengambil handuk, dental kit dan sandal kain yang dapat digunakan pengunjung. Karena setiap pengunjung dilarang menggunakan alas sepatu yang dibawa dari rumah saat masuk ke dalam area kapsul. (ros)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia