Senin, 25 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Pilih Kamera Jahat, Demi Kesan Perfect

Minggu, 28 Jan 2018 01:40 | editor : Mochamad Chariris

Winda Pradika Agustin berselfie di taman trotoar Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto.

Winda Pradika Agustin berselfie di taman trotoar Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Era modern yang semakin maju saat ini rupanya sangat memanjakan seseorang dalam mengubah penampilan. Cukup dengan mengandalkan kecanggihan gadget melalui smartphone, seseorang bisa mempercantik tampilan dirinya sesuka hati dalam media digital.

Termasuk menggunakan aplikasi visual editing yang akrab disebut kamera jahat. Tak jarang, melalui aplikasi edit foto ini semua orang berlomba-lomba tampil menawan di media sosial. Tak perlu lagi pergi ke dokter untuk tampil super cantik di media sosial.

Cukup foto tinggal edit sana-sini, jadilah cantik luar biasa. Bahkan, hasil fotonya bisa meningkatkan kecantikan seseorang menjadi berkali-kali lipat. Dengan bantuan aplikasi editing itu, para pengguna kini tidak perlu lagi disibukkan dengan mengatur pola pengambilan.

Cukup dengan sekali cekrek. Pengguna bisa mengedit hasil gambarnya sendiri sesuka hati. Cara editing pun biasanya tak jauh dari cara make up seperti memperhalus wajah, memutihkan kulit.

Bahkan pula bisa menambah sejumlah asesoris yang hanya tinggal menempelkannya ke dalam gambar tanpa harus repot foto lagi. Tak jarang kemampuan ’’menipu’’ ini lebih digilai untuk memberikan kesan manis dari dirinya. Padahal, cara itu semua tidaklah mudah membutuhkan kemampuan yang cukup lama.

Seperti yang diutarakan Winda Pradika Agustin, mahasiswi salah satu kampus swasta di Kota Mojokerto. Dirinya mengaku sempat menggunakan aplikasi kamera jahat untuk mempercantik foto dirinya. Selain untuk menampilkan kesan dirinya yang perfect, aplikasi kamera jahat juga mampu merubah stigma sementara seseorang terhadap dirinya.

’’Ya awalnya suka karena bisa dilebih-lebihkan. Kayak kulitnya bisa lebih halus, warnanya lebih terang. Ya nipu-nipu sedikit nggak masalah. Sehari bisa edit 3 foto di 3 aplikasi berbeda,’’ ungkapnya. Akan tetapi, penggunaan aplikasi itu lama kelamaan tidaklah cukup efektif. Pasalnya, tuntutan cantik ternyata tidak hanya dilihat dari tampilan digital, tapi juga dalam tampilan nyata.

Nah, untuk agar tidak terlalu mencolok dalam editing, dirinya mempunyai tips tersendiri. Yakni hanya dengan mengandalkan tiga komposisi saja. Pertama adalah cropping atau potongan foto jangan sampai melebihi 50 persen. Jika lebih, biasanya struktur gambar akan terlihat pecah. Kedua adalah saturnasi atau mepertajam warna.

Dan yang ketiga adalah white balance atau keseimbangan warna putih dengan mengurangi atau menambahkannya sesuka hati. ’’Selebihnya dari tiga itu orang pasti tahu kalau fotonya editan. Namun itu terserah pemakainya juga sih,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia