Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Perempuan Ajak Dua Balita Suplai Sabu ke Dalam Lapas

Minggu, 28 Jan 2018 08:00 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com)

MOJOKERTO – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Mojokerto dalam memberantas narkoba terus dibuktikan. Petugas lapas kembali menemukan pelaku penyuplai narkoba di wilayahnya.

Kali ini, pelakunya adalah dua orang perempuan, yakni  Elok Nurwahyuni, 42, warga Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, dan Lilik Swadiyah, 37, warga Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Keduanya terbukti membawa sabu-sabu (SS) seberat 2,14 gram yang diselundupkan lewat paha saat hendak membesuk Suherman, salah satu narapidana (napi) kasus narkoba pada Rabu lalu (24/1).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, penangkapan keduanya bermula ketika Elok hendak membesuk Suherman pada pukul 10.00. Bersama dua anak kecil yang digendong, Elok berusaha menjenguk rekannya, Suherman.

Setelah melewati pintu utama lapas, Elok kemudian menjalani pemeriksaan fisik dan barang bawaan oleh sipir di ruang khusus. Pemeriksaan tersebut adalah bagaian dari standar operasional prosedur (POS) yang harus dijalani pembesuk sebelum bertemu napi.

Sementara Elok diperiksa, Lilik Swadiyah yang merupakan istri Suherman memilih tidak turut dalam agenda membesuk suaminya. Dia memutuskan menunggu Elok di halaman lapas. Sempat terjadi keributan kecil saat pemeriksaan berlangsung. Pasalnya, Elok sengaja membawa dua anak balita yang tidak ada ikatan keluarga itu dalam keadaan menangis sejak pertama masuk ke dalam lapas.

Keduanya masih berusia 2 tahun dan dalam gendongan, sedangkan satu lagi berusia 4 tahun yang dalam gandengan Elok. Apes bagi dia, saat pemeriksaan itu petugas sipir rupanya mencurigai adanya benjolan yang terlihat di paha atas kaki kanan.

Benjolan tersebut mirip sesuatu yang ditempel lalu tertutup pakaian Elok yang hijab dengan rok panjang warna hitam. Ingin memastikan isi benjolan itu, petugas lantasan memeriksa Elok secara mendalam.

Nah, kecurigaan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah diperiksa beberapa menit, benjolan di paha kanan itu ternyata sabu-sabu yang terbungkus dalam pastik klip lalu diisolasi tepat di paha bagian atas. Elok lalu diringkus petugas agar tidak kabur.

Berdasarkan pengakuan pelaku saat itu, sabu-sabu yang dibawa ternyata adalah suruhan dari Lilik yang tengah menunggu Elok di halaman depan lapas. Tak ingin berlama-lama, saat itu juga Lilik ditangkap petugas lapas untuk kemudian diserahkan ke Satnakroba Polresta Mojokerto.

’’Komitmen kita memang memberantas narkoba di dalam lapas. Tidak ada mafia yang dilindungi di sini (lapas, Red). Kita temukan ada sabu-sabu yang ditempel di pahanya sebelum dia (Elok Nurwahyuni, Red) masuk ke ruang besuk. Kami menduga dua anak kecil sengaja dibawa untuk merepotkan pemeriksaan petugas,’’ terang Muhammad Hanafi, Kalapas Kelas II-B Mojokerto.

Hanafi mengakui, meski petugas sudah menggelar sejumlah cara dalam menangkal masuknya narkoba, masih saja ditemui oknum yang hendak menyelundupkan barang haram tersebut ke dalam penjara. Memang, sejak setahun terakhir, lapas gencar memperketat pemeriksaan. Baik di dalam (napi) maupun di luar (pembesuk).

Akan tetapi, cara tersebut rupanya tidak membuat kapok para pemasok narkoba. Dari catatan lapas selama setahun terakhir, sudah ada tiga kasus yang menyeret pembesuk maupun napi yang kedapatan menyimpan sabu-sabu maupun pil koplo.

’’Pemeriksaan sudah kita lakukan secara periodik. Untuk pembesuk, barang bawaan seperti topi, sabuk, sandal, sepatu, dan jam tangan tidak boleh dibawa masuk. Bahkan, sebelum menemui warga binaan, harus melewati penggeledahan fisik. Tapi, semakin ketat penjagaan kita, semakin pintar pelaku dalam menyembunyikan barang bukti,’’ pungkas Hanafi.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia