Minggu, 27 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Pembalap Tour de Indonesia 2018 Diguyur Hujan hingga Finis

Minggu, 28 Jan 2018 02:45 | editor : Mochamad Chariris

Abdul Gani, pebalap sepeda asal Indonesia disusul Muhammad Sarul Matamain Malaysia dan Muhamad Nuraiman Malaysia, saat memasuki garis finis etape kedua di Kota Mojokerto.

Abdul Gani, pebalap sepeda asal Indonesia disusul Muhammad Sarul Matamain Malaysia dan Muhamad Nuraiman Malaysia, saat memasuki garis finis etape kedua di Kota Mojokerto.

MOJOKERTO – Etape kedua ajang balap sepeda internasional bertajuk Tour de Indonesia 2018 yang mengambil start dari Alun-Alun Kota Madiun sampai depan kantor Pemkot Mojokerto Jumat siang (26/1) cukup mengubah peta kekuatan para pebalap peserta.

Betapa tidak, etape yang menempuh jarak 117,5 kilometer itu cukup menyingkirkan dominasi pebalap favorit dari podium utama. Page Dylan, pebalap Team Sapura Cycling asal Swiss, yang sebelumnya menjuarai etape pertama mulai dari Candi Prambanan sampai Alun-Alun Ngawi justru tercecer ke urutan ketujuh.

Pun demikian dengan Projo Waseso pebalap timnas Indonesia yang di etape pertama menduduki posisi kedua juga turut melorot ke urutan 28. Perubahan tersebut tak lepas dari faktor cuaca yang menggelayuti langit Kota Madiun sampai Kota Mojokerto.

Para peserta sudah diguyur air hujan dari mendung yang menyelimuti track sejak start hingga finis. Dalam etape kedua kemarin, posisi puncak justru mampu diduduki Abdul Gani, pebalap asal Indonesia yang membela klub KFC Cycling Team.

Ia dibuntuti dua pebalap asal Malaysia, Mohamad Shahrul Mat Amin (Terengganu Cyling Team) di posisi kedua dan Muhamad Nur Aiman Mohamad Zariff (Team Sapura Cycling) di tempat ketiga.

Ketiga cyclist sama-sama mencatatkan waktu tempuh 2 jam 24 menit 17 detik, namun hanya beda sepersekian detik dari garis finis di kawasan ruko jalan Pahlawan Kota Mojokerto. Meski sukses sebagai yang terbaik, bukan berarti perjuangan Abdul Gani begitu gampang dalam menaklukkan track flat sepanjang Madiun hingga Mojokerto. Terutama di kawasan hutan jati Saradan Madiun yang memiliki jalur meliuk dan naik turun.

Saling salip antar-cyclist tak terbantahkan hingga harus beradu strategi dalam menakukkkan medan bergelombang itu. Pria asli Samarinda itu baru bisa lepas dari rombongan dan memimpin di garis depan setelah lepas dari track intermediate kedua yang berlangsung di Nganjuk.

’’Jalannya tadi juga agak-agak bergelombang sih, tapi masih bisa dilewati. Leading­-nya tadi perkiraan setelah kilometer 65 atau sebelum intermediate ketiga,’’ terang Abdul Gani. Ditanya soal hujan, pria 25 tahun itu justru mengaku terbantu atas guyuran air di sepanjang perjalanan balapan.

Sebab, banyak pebalap pesaing terutama asal luar negeri yang kecepatannya justru melambat. Termasuk para pebalap yang sempat mendominasi di etape pertama. ’’Kalau saya dan tim sih enggak ada masalah karena mungkin sudah terbiasa ketemu hujan kali ya, jadi enggak ada hambatan,’’ ujarnya.

’’Terberatnya justru kita dapat serangan dari tim-tim lain. Seperti sering break-break-an dengan speed benar-benar kencang sampai 60-70 kilometer per jam, habis itu lambat lagi terus break lagi seperti itu terus,’’ imbuh pria asli Samarinda itu.

Sementara itu, perjalanan etape kedua yang finis di depan Pemkot Mojokerto kemarin cukup menjadi catatan tersendiri bagi panitia dan PP ISSI.  Di mana, perjalanan para pebalap di kejuaraan level 2.1 UCI ini cukup lancar meski diwarnai dengan hujan. Bahkan, catatan waktu para pebalap 15 menit lebih maju dari prediksi panitia.

’’Finis di Kota Mojokerto ini bisa jadi catatan bagi kami untuk bisa mengulanginya di tahun depan. Meskipun ada beberapa pebalap yang terjatuh, itu akan jadi evaluasi bagi panitia,’’ ujar Raja Sapta Oktohari, ketua umum PP ISSI.

Di etape ketiga nanti, para pebalap akan merasakan nuansa berbeda dari track pertama dan kedua. Para pebalap bakal disuguhi dengan track variasi baik flat dan menanjak di sepanjang Probolinggo sampai Banyuwangi. Pun demikian di etape keempat atau terakhir, pebalap akan kembali dijajal kemampuannya di track naik turun mulai dari Jembrana sampai Denpasar Bali.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia