Minggu, 24 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ingin Tahu Kronologi Pembunuhan Berencana Tukang Las? Begini Ceritanya

Selasa, 30 Jan 2018 18:15 | editor : Mochamad Chariris

Dua tersangka dugaan pembunuhan, Nanda dan M. Sholeh, digelandang petugas seusai ditunjukkan kepada media di Mapolres Mojokerto.

Dua tersangka dugaan pembunuhan, Nanda dan M. Sholeh, digelandang petugas seusai ditunjukkan kepada media di Mapolres Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata menceritakan kronologi penangkapan tersangka Nanda dan M Soleh, diduga sebagai pelaku pembunuhan Miftachul Huda, tukang las. Kasus pembunuhan ini diduga telah direncanakan sebelumnya.

Menurut Leonardus, semula Nanda dan M. Soleh mengajak ngopi korban dengan modus ada penawaran sebuah proyek yang akan dikerjakan. Lalu, Nanda membujuk korban untuk mengecek lokasi proyek tersebut. Nanda memilih ikut dibonceng korban mengendarai motor Yamaha Jupiter Z nopol S 4865 N.

Sedangkan motor Nanda, Honda Supra X 125 tanpa dilengkapi pelat nomor dikendarai temannya, M. Soleh. "MS (M. Soleh, Red) ternyata menyiapkan alat untuk melakukan pembunuhan berupa celurit," papar Leonardus. 

Tersangka sengaja mencari tempat sepi untuk memuluskan aksinya. Sesampainya di areal persawahan, di Jalan Dusun Kedawung Wetan, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, M. Soleh berpura-pura motor yang dikendarai mogok. Korban pun termakan tipu daya tersangka dan berniat mengecek mesin motor.

Namun, tiba-tiba dari arah belakang, Nanda langsung mengeksekusi dengan menebaskan celurit ke arah korban secara membabi buta. Korban akhirnya tersungkur dengan luka bacok sebanyak 50 kali di sekujur tubuhnya.

Akibatnya, Miftachul Huda menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian perkara (TKP). "Tersangka kemudian meninggalkan korban di TKP (tempat kejadian perkara) dengan membawa motor, handphone dan dompetnya," urainya.

Nanda dan M. Soleh menghilangkan jejak dengan cara membuang alat bukti senjata tajam (sajam) di Sungai Brantas. Kemudian jenazah korban ditemukan warga setempat keesokan harinya Senin (29/1). Lalu, sore harinya, petugas berhasil membekuk kedua tersangka. 

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP dan pasal 365 KUHP. "Ini (pembunuhan, Red) berencana, ancaman hukuman maksimal seumur hidup," pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia