Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Bumi Majapahit Ditetapkan Siaga Darurat Bencana

Selasa, 06 Feb 2018 23:30 | editor : Mochamad Chariris

Kawasan pegunungan di wilayah Pacet, Kabupaten Mojokerto, dipredikasi masih rawan longsor.

Kawasan pegunungan di wilayah Pacet, Kabupaten Mojokerto, dipredikasi masih rawan longsor. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Selama beberapa hari terakhir ini, hujan deras disertai angin kencang diprediksi terus mengguyur kawasan Kabupaten Mojokerto. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBD) setempat memprediksi puncak cuaca ekstrem tersebut bakal terjadi di bulan ini. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, BPBD telah menetapkan status siaga bencana hingga akhir Februari mendatang.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Mochamad Zaini mengungkapkan, status siaga darurat bencana itu ditetapkan untuk antisipasi bajir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Penetapan ini, lanjut Zaini, sesuai dengan instruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ”Status masih siaga darurat bansor (banjir-tanah longsor) dan puting beliung sampai akhir Feberuari nanti,” ungkapnya.

BPBD telah kita menyiapkan personel dan membentuk tim reaksi cepat (TRC) selama 24 jam penuh. Zaini merinci, tenaga itu terdiri dari 15 personel yang bersiaga darurat bansor. Kemudian ditambah 12 personel secara bergiliran siaga di posko. ”Sewaktu-waktu kita juga bisa melibatkan TNI-Polri dan para relawan,” paparnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga telah menerima bantuan dari BNPB berupa kebutuhan logistik. Antara lain, dua unit perahu air fiberglass, 900 lembar selimut, 500 lembar terpal, 30 jaket pelampung, 50 pasang sepatu boot, sembako, dan makanan siap saji. ”Dengan adanya logistik dan sarana prasarana sebagai antisipasi bencana,” paparnya.

Selain itu, status siaga tersebut juga telah ditindaklanjuti Pemkab Mojokerto. Yakni, dengan diterbitkannya SK bupati tentang darurat bencana. Dengan adanya SK tersebut, kata Zaini, apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, pemda setempat bisa menggunakan dana tak terduga sesuai yang kebutuhan.

Dia menambahkan, cuaca ekstrem bakal terjadi hingga akhir bulan ini. Sebagai periode awal, hujan turun dengan intensitas yang tinggi. Bahkan, seringkali disertai dengan angin kencang. Cuaca tersebut melanda hampir merata di 18 kecamatan. Guyuran hujan dan terpaan angin itulah yang berpotensi menimbulkan bencana.

Dari peta mitigasi yang berhasil dikumpulkan BPBD, kawasan rawan longsor masih melanda dataran tinggi bagian selatan Mojokerto yang berkontur pegunungan. Masing-masing di Kecamatan Pacet, Gondang, Trawas, dan Ngoro. Sementara itu, untuk banjir paling rawan terjadi di sepanjang bantaran Sungai Sadar. Yakni, di Kecamatan Mojoanyar hingga Mojosari. Selain itu juga di anak Sungai Lamong di Dawarblandong.

Sedangkan kawasan waspada angin puting beliung terpetakan di empat kecamatan. Meliputi, Kecamatan Trowulan, Gedeg, Jetis, Dawarblandong, dan Kemlagi. Meski siaga darurat ditetapkan hingga akhir Februari, namun tidak menutup kemungkinan status bisa berpeluang diperpanjang apabila cuaca ekstrem masih terjadi. ”Apabila dari BMKG data-data masih menunjukkan cuaca hujan yang masih ekstrem dimungkinkan masih bisa diperpanjang,” pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia