Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Disparpora Cium Kecurangan Permainan Tiket di Objek Wisata

Rabu, 07 Feb 2018 12:00 | editor : Mochamad Chariris

Wisata religi pertirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, jadi jujukan wisatawan.

Wisata religi pertirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, jadi jujukan wisatawan. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten mencium adanya kecurangan permainan tiket masuk di sejumlah lokasi wisata. Untuk mengantisipasi terjadinya potensi itu, perombakan besar-besaran yang menyasar petugas loket pun sudah dilakukan.

Hal itu diungkapkan Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Djoko Widjayanto kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin. Dia mengatakan, perombakan petugas jaga di pintu masuk 13 wisata, sudah dilakukan. Bahkan, tak sedikit yang terpaksa harus ’’diparkir’’. ’’Perombakan sudah kami lakukan sejak tahun 2017 lalu,’’ ujarnya.

Ditegaskan Djoko, perombakan terhadap petugas jaga di sejumlah wisata, berdampak sangat besar. Hampir di semua destinasi wisata, terjadi peningkatan pendapatan yang signifikan. Data di disparpora menyebutkan, sepanjang tahun 2017 lalu, sektor wisata mampu menyumbang pendapatan daerah hingga Rp 8,9 miliar dari target yang hanya Rp 8 miliar.

Penyumbang wanawisata terbesar adalah Kolam Pemandian Air Panas dan Wanawisata Padusan Pacet. Pemandian Air Panas mampu menyumbang keuangan daerah hingga Rp 3,9 miliar dari target Rp 2,6 miliar. Sedangkan, Wanawisata Padusan Pacet dengan pendapatan senilai Rp 2,3 miliar.

Sedangkan, yang cukup mengagetkan adalah kenaikan pendapatan Ekowisata Waduk Tanjungan. Dari target Rp 35 juta, Destinasi di kawasan Kemlagi ini, mampu menembus Rp 207,2 juta atau 592,04 persen.

Di Jolotundo, wisata yang menjadi incaran oknum Kejati Jatim dan dua orang LSM tersebut, juga menyumbang pendapatan yang sangat besar. Dari target yang hanya Rp 210 juta, mampu memperoleh hingga Rp 722 juta atau sebesar 342,7 persen.

Dengan pendapatan yang signifikan tersebut, diyakini Djoko, tak pernah lagi muncul permainan tiket yang disinyalir dilakukan anak buahnya. Keyakinan itu dibuktikan dengan target pendapatan yang naik hingga Rp 2 miliar di tahun 2018 ini. ’’Jika memang ada petugas yang nakal, laporkan. Kami akan berikan tindakan tegas,’’ paparnya.

Rencana memberlakukan e-ticketing di sejumlah lokasi wisata, dalam waktu dekat diberlakukan. Namun, tidak akan bisa menjamah seluruh lokasi wisata. ’’Ada beberapa titik yang masuk blank spot. Ini yang sulit diterapkan,’’ jelas Djoko.

Padahal, sinyal provider menjadi alat utama untuk menerapkan tiket elektronik tersebut. ’’Nah, ini yang masih menjadi kendala dan masih kami pikirkan strateginya,’’ pungkas mantan Camat Jatirejo ini.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia