Senin, 25 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Satpol PP dan BNNK Masuki Kamar Kos, Ini yang Terjadi

Rabu, 07 Feb 2018 10:00 | editor : Mochamad Chariris

Petugas satpol PP saat merazia salah satu kamar kos di Kota Mojokerto.

Petugas satpol PP saat merazia salah satu kamar kos di Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Petugas gabungan dari satpol PP dan BNNK Mojokerto kembali menggelar razia di sejumlah kawasan yang dinilai berpotensi muncul tindak kenakalan remaja dan penyakit masyarakat Selasa (6/1).

Seperti di kawasan kos-kosan dan jalanan sepi yang kerap muncul tindak asusila dan premanisme. Hasilnya, petugas mendapati sejumlah orang yang disinyalir berbuat di luar kewajaran. Yakni, terdiri dari empat pasangan di luar nikah yang kedapatan berada di dalam satu rumah, serta Sembilan orang diduga hendak melakukan aksi mabuk-mabukan.

Mereka terciduk aparat penegak perda di dua lokasi berbeda, yakni rumah kos dan jalanan sepi. Akibatnya, 17 orang tersebut harus digelandang ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto, untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, petugas gabungan mengawali razia di hunian kos-kosan yang kerap dinilai sebagai sarang perbuatan asusila. Penyisiran dilakukan di Kelurahan Meri dan Kelurahan Kedundung yang banyak dibangun tempat hunian sementara itu. Di situ, petugas mendapatkan sejumlah pasangan muda-mudi berada dalam satu kamar, namun tidak dilengkapi dokumen pernikahan sah, seperti surat nikah maupun KTP (kartu tanda penduduk).

’’Kita tadi (kemarin, Red) mengamankan empat pasangan di luar nikah, karena tidak bisa membuktikan surat nikah dan KTP-nya. Kita bawa ke kantor untuk diperiksa,’’ ungkap Hatta Amrulloh, Kasubid Kesekretariatan Satpol PP Kota Mojokerto.

Tidak hanya pemeriksaan dokumen, sejumlah penghuni kos juga dimintai mengikuti tes urine oleh petugas BNNK. Uji urine tersebut untuk membuktikan dugaan petugas atas keterlibatan mereka terhadap peredaran narkoba.

Pasalnya, selama ini rumah kos terindikasi seringkali dipakai untuk transaksi dan pesta barang haram tersebut. Dari tes urine itu, petugas mendapati sejumlah ABG (anak baru gede) yang diduga mengonsumsi narkoba. Mereka juga dibawa ke kantor satpol PP untuk diperiksa lebih lanjut.

Berhasil menyisir kawasan kos, petugas lalu bergerak di jalanan sepi saat hari sudah malam. Seperti di Jalan Hayam Wuruk dan Mayjen Sungkono dan di kawasan Jembatan Rejoto. Di mana, petugas sering mendapati laporan warga soal adanya gerombolan pemuda yang kerap mengganggu warga.

Dari penyisiran itu, petugas berhasil mendapatkan sembilan orang diduga hendak menggelar pesta miras (minuman keras). Hal itu dibuktikan dari sejumlah botol miras yang ada di sekitar mereka. ’’Ada yang kita bawa, karena hendak pesta miras. Sementara ini penyisiran masih berlangsung untuk mendeteksi keberadaan penyakit masyarakat lainnya,’’ pungkasnya

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia