Selasa, 19 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

RSUD Telusuri Pembuang Sampah Medis di Pemukiman Warga

Senin, 12 Mar 2018 23:40 | editor : Mochamad Chariris

Warga tak dikenal memungut sampah diduga berisi limbah medis di Lingkungan Jalan Residen Site, Perum CSE, Kel. Surodinawan, Kec. Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Warga tak dikenal memungut sampah diduga berisi limbah medis di Lingkungan Jalan Residen Site, Perum CSE, Kel. Surodinawan, Kec. Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (Warga Resident Site for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Menanggapi adanya temuan pembuangan sampah di area perumahan CSE, Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dr Sugeng Mulyadi, menyatakan, akan langsung menelusuri siapa di balik pelaku pembuangan tersebut.

Bahkan, jika benar terbukti melibatkan orang dalam, pihaknya mengancam akan langsung memecatnya. Sugeng menjelaskan, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo telah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pengelolaan sampah maupun limbah medis.

Dia menyebutkan, seluruh limbah medis tidak boleh keluar dari area rumah sakit. ’’Aturannya jelas tidak boleh, karena rumah sakit kami sudah ada insenerator,’’ paparnya. Insenerator adalah mesin pembakar dengan suhu tinggi yang digunakan khusus untuk membakar sampah hingga menjadi abu.

Alat tersebut dimanfaatkan untuk pengelolaan limbah medis maupun limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sugeng mengatakan, seluruh sampah medis harus dilakukan pemusnahan.

Oleh karena itu, setiap ada pegawai maupun barang yang keluar dari rumah sakit akan selalu di cek oleh pihak keamanan. Hal itu untuk memastikan bahwa tidak ada barang dari rumah sakit yang keluar tanpa sepengatahuan RSUD. Termasuk limbah medis.

’’Kalau ada yang keluar akan dicek sekuriti. Jadi tidak mungkin bisa,’’ jelasnya. Oleh karena itu, dia menyatakan, pembuangan merupakan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. ’’Kalau ada yang sampai keluar, berarti ada oknum. Tapi kami akan mengecek lagi,’’ ungkapnya.

Dokter spesialis urologi ini, menduga ada permaianan di balik kasus pembuangan sampah ini. Dia menilai, karena ketatnya pengawasan, sehingga oknum mencari jalan lain dengan cara melemparkannya ke luar pagar rumah sakit.

’’Saya khawatir ada permainan, karena setelah dilemparkan, ada orang yang ambil dari luar,’’ urainya. Dengan demikian, Sugeng menyatakan, akan memberikan sanksi tegas jika mengetahui bahwa oknum itu dilakukan oleh orang dalam RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Bahkan, dia tak segan akan akan langsung melayangkan pemecatan.

Mengingat, praktik nakal tersebut masuk dalam kategori pelanggaran berat. Selain melanggar aturan, hal itu juga termasuk dalam tindakan pencurian. ’’Ini menyangkut attitude. Barang siapa yang mencuri dari dalam, bagi saya tidak ada SP1, SP2, SP3, tapi langsung kami keluarkan,’’ tandasnya.

Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk ikut mengawal. Apabila ada kasus serupa, warga diminta untuk segera melaporkannya ke pihak RSUD. ’’Kalau masyarakat mengetahu, laporkan. Karena kita tidak membuang keluar seperti itu,’’ pungkasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia