Senin, 25 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Ngaku Terbawa Suasana Kampanye, Ning Ita Minta Maaf

Selasa, 03 Apr 2018 22:01 | editor : Mochamad Chariris

Ning Ita (kanan) saat bersilaturahmi dengan warga Kota Mojokerto.

Ning Ita (kanan) saat bersilaturahmi dengan warga Kota Mojokerto. (Ist for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Pemeriksaan yang dilakukan panwaslu terhadap paslon nomor 4, berlangsung hampir dua jam. Ning Ita, mengaku, dicecar dengan berbagai pertanyaan atas kampanye yang telah dilakukan.

Di antaranya, tentang janji yang ditebar di depan ratusan warga Balongcangkring. ’’Saat itu, saya memang terbawa suasana. Karena, pesertanya membeludak,’’ ujarnya usai pemeriksaan.

Biasanya, imbuh Ning Ita, kampanye yang sudah dilakukan di 80 titik, hanya dihadiri sekitar 100-an orang. Akan tetapi, saat melakukan kampanye di Balongcangkring, antusiasme warga mencapai sekitar 600 orang. ’’Jadi terbawa suasana saja,’’ imbuhnya.

Ning Ita juga menegaskan, memberikan janji ke warga saat melakukan kampanye diperbolehkan. Dengan catatan, janji itu telah masuk dalam visi-misi paslon. ’’Menjanjikan itu boleh saja. Ketika masuk di visi-misi paslon.  Kebetulan di detail, tidak masuk. Kita hanya memuat tentang peningkatan fasilitas kesehatan saja,’’ tutur dia.

Sejauh ini, Ning Ita menilai, sektor kesehatan masih membutuhkan penanganan serius. Semisal dengan dukungan sarana transportasi. ’’Dengan luas wilayah 16 km persegi, jumlah 7 puskesmas sudah memenuhi untuk pelayanan kesehatan. Hanya saja, fasilitas layanan kesehatan yang kurang. Sehingga, warga yang mengalami sakit sudah terlayani di puskesmas harus dirujuk ke rumah sakit,’’ bebernya.

Dengan fasilitas ambulans, kata dia, warga akan lebih terlayani. Lantaran dianggap melanggar, Ning Ita pun mengaku telah meminta maaf kepada Gakkumdu. ’’Kami kurang paham secara detail. Kami merasa khilaf dan kami menyampaikan permohonan maaf kalau memang spontanitas itu dianggap sebagai pelanggaran,’’ pungkasnya.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Ning Ita-Cak Rizal, Hidayat, mengatakan, janji yang ditebar Ning Ita dalam kampanye itu, dianggap bukan sebagai pelanggaran. Karena, pelayanan kesehatan sudah masuk dalam visi-misi kampanye. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia