Kamis, 21 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Langkah Panwaslu Kandas Lagi, Dugaan Money Politic Di-Stop

Rabu, 11 Apr 2018 21:54 | editor : Mochamad Chariris

Ketua Panwaslu Kota Mojokerto Elsa Fifjanti.

Ketua Panwaslu Kota Mojokerto Elsa Fifjanti. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Langkah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Mojokerto mengungkap dugaan pelanggaran kampanye kembali kandas di tengah jalan.

Kali ini, kasus dugaan permainan politik uang yang disinyalir dilakukan pasangan calon nomor tiga, akhirnya dihentikan.Pemberhentian itu dilakukan lantaran panwaslu tak menemukan unsur pelanggaran.

Dihentikannya pemeriksaan atas dugaan money politic tersebut setelah panwaslu melakukan rapat pleno atas sejumlah data yang keterangan saksi yang dikantongi. ’’Semua sudah tuntas. Dan, kasus dugaan money politic yang dilakukan tim kampanye paslon nomor urut tiga, kasusnya tidak bisa dilanjutkan,’’ kata Ketua Panwaslu Kota Mojokerto, Elsa Fifajanti, kemarin.

Dikatakan Elsa, dihentikannya kasus ini, setelah panwaslu melakukan penggalian data dan keterangan atas sejumlah saksi. Mereka yang telah dimintai keterangan di antaranya adalah Supi’i. Ia merupakan warga Balongcok, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, yang saat itu menjadi tuan rumah dalam kegiatan kampanye paslon berakronim WALI tersebut.

Selain itu, panwaslu juga  telah melakukan pemeriksaan terhadap seorang warga Sumolepen, Kelurahan Kedundung, berinisial Mt. Ia diklarifikasi Kepolisian, Kejaksaan dan Panwaslu (Gakkumdu). Ia merupakan orang yang kali pertama disinyalir menyebar gambar suvenir serta berisi uang pecahan Rp 50 ribu.

’’Dan terakhir, kita melakukan pemeriksaan terhadap tim sukses WALI,’’ imbuh Elsa. Selama proses pemeriksaan dan pengumpulan, panwaslu mengaku, belum menemukan alat bukti yang cukup. Bahkan, bukti adanya suvernir tersebut, tak pernah ditemukan oleh petugas pengawasan di tingkat paling bawah.

Hal inilah yang akhirnya membuat panwaslu harus bersikap. ’’Kami akhirnya menggelar pleno. Dan, memutuskan jika kasus ini tidak bisa dilanjutkan,’’ papar dia.

Kandasnya penelusuran panwaslu terhadap kasus yang mewarnai kampanye Pilwali Kota Mojokerto, tak sekali saja terjadi. Sebelumnya, panwaslu juga menghentikan kasus dugaan pelanggaran kampanye yang menimpa paslon nomor urut 4, Ning Ita-Cak Rizal.

Paslon ini melakukan kampanye di Balongcangkring, Mentikan, dan mengumbar janji akan memberikan mobil ambulans. Dikonfirmasi atas lemahnya panwaslu dalam penanganan kasus ini, Elsa mengaku, jika semua persoalan yang ditanganinya dilakukan secara profesional. ’’Kita tidak pernah main-main kalau soal aturan. Dan kita berjalan tetap prosedural,’’ tegas dia.

Terkait dengan kasusnya yang menyeret Ning Ita-Cak Rizal, diakui Elsa, memang banyak kalangan yang mendesak panwaslu melakukan pencoretan dalam pencalonan. ’’Tapi, perlu diingat. Kami prosedural dan akan berjalan sesuai koridor,’’ pungkas Elsa.

Seperti diketahui, isu money politic dalam momen pilwali Kota Mojokerto menimpa paslon WALI. Uang itu dikabarkan dibagi-bagikan ke jamaah pengajian, di kawasan Balongcok, Kelurahan Balongsari.

Uang senilai Rp 50 ribu itu dibagikan bersamaan dengan leaflet dan VCD yang berisi lagu-lagu ciptaan WALI. Uang tersebut rencananya untuk transportasi jelang pemberangkatan jamaah pengajian rekreasi ke Tulungagung.

Isu ini langsung dibantah Ketua tim pemenangan WALI, Agus Alam Jaya. Ia membantah jika telah membagi-bagikan uang itu. Menurut dia, pembagian uang itu merupakan sebuah fitnah yang dilayangkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Timnya pun sedang memburu pelaku yang sengaja membangun isu yang money politic tersebut. ’’Tim kami masih mencari. Siapa yang melakukan semua ini,’’ katanya kala itu.

Agus mengaku, sudah mendapat gambar yang menyebar secara massif tersebut. Namun, saat ditelisik, agenda pemberangkatan warga Balongcok, Balongsari untuk berwisata, tak ditemukan.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia