Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Serap Anggaran Rp 15 Miliar, Dispendik Belanja 1.720 Laptop

Selasa, 17 Apr 2018 16:55 | editor : Mochamad Chariris

Siswa SMPN 1 Kota Mojokerto mengerjakan soal USBN-BK mapel agama.

Siswa SMPN 1 Kota Mojokerto mengerjakan soal USBN-BK mapel agama.

MOJOKERTO – Dinas Pendidikan (Dispedik) Kota Mojokerto akhirnya mendistribusikan bantuan laptop ke jenjang SD dan SMP.

Bantuan tersebut guna mendukung pelaksanaan ujian berbasis computer based test (CBT) tahun ajaran 2017-2018.

Pemberian bantuan terbilang cukup mepet. Sebab, jadwal pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP mulai digelar 23-26 pekan depan. Kemudian disusul ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SD mulai 3-5 Mei nanti.

Kabid Pendidikan Dasar Dispendik Kota Mojokerto, Sri Trisnani, mengungkapkan, mulai Senin (16/4) pihaknya mendistribusikan bantuan laptop ke sejumlah sekolah.

Itu setelah proses pengadaan melalui e-katalog di lembaga kebijakan pengadaan pengadaan barang dan jasa pemerintah (LKPP) telah diterima ke tangan dispendik. ”Mulai hari ini (kemarin, Red) sudah mulai kami distribusikan,” paparnya.

Laptop tersebut diberikan untuk menunjang sarana dan prasarana UNBK bagi SMP sederajat. Selain itu, tahun ini bantuan itu juga menyasar lembaga SD sederajat.

Pasalnya, SD di Kota Onde-Onde menjadi pilot project pemerintah pusat untuk menggelar ujian sekolah berstandar nasional berbasis komputer (USBN-BK).

Dia merincikan, total ada 61 lembaga yang menjadi sasaran penerima bantuan laptop. Di antaranya, 9 SMP negeri dan 52 SD negeri. Trisnani, menyatakan, masing-masing sekolah akan menerima 1 server dan 20 perangkat laptop beserta perangkat instalasi pendukung lainnya.

Sehingga, total keseluruhan mencapai 1.220 unit laptop dan 61 server. Pengadaan tersebut menelan anggaran sekitar Rp 11 miliar. Tak hanya lembaga negeri saja, dispendik juga mengalokasikan sekitar Rp 4 miliar untuk 500 laptop bagi 25 lembaga swasta.

”Bantuan laptop sudah datang, tinggal kami bagikan saja,” terangnya. Banyaknya jumlah laptop akan dibagikan secara bertahap selama sepekan ini. Hingga kemarin, jumlah yang telah didistribusi sebanyak 25 lembaga.

Dispendik mendahulukan untuk jenjang SMP. Sebab, mulai pekan depan, siswa sudah mulai menjalankan UNBK. Kemarin, sebanyak 9 SMPN di kota telah menerima bantuan, kemudian disusul distribusi ke 16 SD lainnya.

”Nanti juga ada tim ahli teknis yang memasangnya di masing-masing sekolah,” paparnya. Kendati demikian, bantuan tersebut terbilang cukup terlambat. Mengingat, masing-masing sekolah sudah terlebih dulu menyiapkan perangkat yang berasal dari pinjaman wali murid.

Pasalnya, sejak dua pekan lalu jenjang SMP saat ini telah menjalankan USBN yang akan berakhir pada Kamis lusa (19/4). Pun demikian dengan SD yang secara serentak meggelar simulasi USBN-BK terhitung mulai Senin (16/4) hingga Rabu besok (18/4).

Seperti yang terpantau di SDN Kranggan 1, kemarin seluruh siswa telah menggelar simulasi USBN yang sebagian menggunkan laptop cadangan. Dari 45 prangkat yang ada, sebagian di antaranya masih pinjam dari wali murid.

”25 unit milik sekolah, 20 masih pinjam wali murid,” terang Kepala SDN Kranggan 1, Endang Soenarjati.  Hal senada dilakukan oleh Kepala SMPN 1 Kota Mojokerto, Mulib. Pihak sekolah telah menyiapkan prangkat untuk pelaksanaan USBN-BK yang berlangsung sejak 5-19 April nanti.

Dia menjelaskan, terdapat 346 peserta yang dibagi dalam 4 ruang laboratorium. Sedangkan perangkat yang dimiliki sekolah hanya 33 unit, sekitar 84 unit lainnya masih pinjam kepada wali murid.

Kemarin pihaknya telah menerima bantuan laptop 20 unit laptop dan 1 server yang rencana akan dipasang di salah satu ruang laboratorium.

”Jadi, perangkat yang ada akan kami ganti dengan laptop yang baru. Sehingga laptop yang berasal dari support orang tua kita pakai untuk cadangan,” tandasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia