Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Febriana Meldyawati, Belajar dari Bapak, Didukung Suami

Sabtu, 21 Apr 2018 21:30 | editor : Mochamad Chariris

Ketua DPRD Kota Febriana Meldyawati (jilbab merah), memberi atensi kepada dunia pendidikan.

Ketua DPRD Kota Febriana Meldyawati (jilbab merah), memberi atensi kepada dunia pendidikan. (Febriana Meldyawati for Radar Mojokerto)

16 Juli 2017 merupakan sejarah baru bagi DPRD Kota Mojokerto. Karena untuk kali pertama lembaga legislatif tersebut resmi dipimpin seorang perempuan. Adalah Febriana Meldyawati, perempuan kelahiran 12 Februrai  1987 yang menggantikan Ketua DPRD Purnomo. 

DI hadapan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Melda panggilan akrabnya, mengucapkan sumpah dan janji sebagai Ketua DPRD Kota Mojokerto dalam sisa masa jabatan 2014-2019.

Menggantikan koleganya di Fraksi PDIP  Purnomo, dipercaya oleh Dewan Pimpinan Pusat  PDIP  memimpin lembaga legislatif setelah terjadinya Kasus OTT yang menimpa ketua DPRD sebelumnya.

Menjadi Ketua DPRD Kota Mojokerto, menurutnya, hanya menjalankan amanah yang diberikan oleh partai, tidak ada euforia berlebihan. Dan ini menunjukkan bahwa perempuan pun dapat bersaing untuk mendapatkan jabatan baik pemerintahan maupun di swasta.

’’Selama partai mempercayakan kepada saya jabatan Ketua DPRD Kota Mojokerto akan saya terima. Atau partai memilih rekan saya yang lain menjadi ketua tetap akan saya terima. Karena amanah partai adalah sesuatu yang harus dijalankan oleh kadernya,’’ katanya.

Sebagai Ketua DPRD Mojokerto Melda terus melanjutkan program ketua sebelumnya. Serta melaksanakan program yang belum tuntas. Terutama fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, untuk menyalurkan aspirasi masyarakat mendukung program pembangunan kota.

Ia juga merangkul seluruh anggota dewan untuk mendukung percepatan program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, sehingga dalam masa jabatannya program yang disusun pemerintah dapat terealisasi.

Dalam berpolitik, wanita yang sebelumnya menduduki posisi sebagai Ketua Fraksi PDIP Kota Mojokerto ini banyak belajar dari bapaknya, Gatot Supriyadi, kader PDIP yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

’’Bagi saya pribadi, bapak adalah guru politik bagi saya. Keberhasilan saya saat ini tidak akan terlepas dari didikannya mengajarkan saya berpolitik dan menjalankan amanah sebagai seorang wakil rakyat,’’ kata dia.

Selain ayah, ada peran suami yang hebat mengiringi kesuksesan seorang istri yang karirnya di dunia politik terus menanjak. Setelah dilantik menjadi anggota dewan Agustus 2014 lalu, satu per satu amanah ditumpangkan di pundaknya.

Setelah dipercaya PDIP menjadi ketua fraksi, anggota dewan dari Komisi II  yang membidangi ekonomi dan pembangunan kini amanah sebagai Ketua DPRD Mojokerto membebani pundaknya.

Meski begitu, perannya sebagai seorang istri, serta ibu dari dua anaknya, tidak pernah diabaikan. Terbukti selama ini, tanggung jawab itu tetap dijalankan walau sebagian waktu terkuras ketika menjalankan tugas sebagai anggota legislatif.

Ia mengatakan dalam menjalani tugas kedewanan dirinya tidak membuat manajemen waktu khusus. Karena sejak awal memutuskan terjun ke dunia politik, kerelaan keluarga dan dukungan  suami telah didapat serta keluarga besar pun siap dengan risiko yang ada.

’’Yang penting menurut saya adalah kualitas waktu pertemuan dengan keluarga, anak-anak, bukan kuantitasnya,’’kata istri dari Mochamad Saiful Raharjo. (bas)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia