Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Semua Handphone Pegawai DPUPR Kabupaten Mojokerto Disita

Selasa, 24 Apr 2018 17:32 | editor : Mochamad Chariris

Pegawai melintas di halaman Dinas PUPR Kab. Mojokerto.

Pegawai melintas di halaman Dinas PUPR Kab. Mojokerto. (Farisma/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Penyegelan tiga ruang kerja Bupati Mustofa Kamal Pasa dan Wakil Bupati Pungkasiadi dan Sekdakab Mojokerto Heri Suwito oleh KPK tadi siang rupanya juga menyasar kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainya.

Petugas KPK juga melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto di Jalan Raden Wijaya, Kota Mojokerto.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, terlihat kantor di bawah kendali Didik Pancaning Argo itu ramai oleh pegawai. Namun, tidak satupun dari pegawai yang  mau membuka suara perihal penggeledahan KPK.

Terlihat juga beberapa tamu non-PNS yang hendak masuk ke dalam area kantor namun tidak diperkenankan petugas masuk. Pintu gerbang yang biasanya terbuka, kini harus ditutup dan dijaga petugas keamanan dan pegawai setempat.

Dari penuturan salah seorang PNS DPUPR, tim penyidik lembaga antirasuah datang ke kantor PU sejak pukul 11.00. Mereka terdiri dari rombongan 8 orang dengan mengendarai tiga mobil. Setelah tiba, rombongan penyidik yang memakai rompi KPK langsung merangsek masuk ke ruangan kepala DPUPR untuk mencari sejumlah berkas.

Namun, sebelum pemeriksaan dimulai, penyidik terlebih dulu meminta pernyataan para PNS untuk keluar ruangan dan handphone (HP) disita. Permintaan itu sebagai bentuk syarat sebelum penyegelan.

"Tadi, awalnya ada tiga mobil. Terus setelah itu ada beberapa petugas yang pakai rompi (KPK) keluar masuk ruangan sambil bawa segel KPK,'' ucap salah satu PNS.

”Iya, semua handphone pegawai tidak boleh dibawa, dikumpulkan jadi satu dalam kantung plastik,” tambah NW, pegawai DPUPR Kabupaten Mojokerto lainnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia