Jumat, 22 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dalami Dugaan Gratifikasi Menara Tower, Ali Kuncoro Diperiksa KPK

Jumat, 27 Apr 2018 14:17 | editor : Mochamad Chariris

Dua orang terperiksa menaiki tangga menuju ruang pemeriksaan KPK di Polres Mojokerto.

Dua orang terperiksa menaiki tangga menuju ruang pemeriksaan KPK di Polres Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Setelah tiga hari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan hingga penyitaan di lingkungan Pemkab Mojokerto secara maraton, hari ini, lembaga antirasuah mulai melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pejabat.

Pemeriksaan ini diduga kuat terkait dugaan kasus gratifikasi pendirian 15 menara tower di beberapa kecamatan di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2015. Pemeriksaan dipusatkan di Aula Wirasatya Polres Mojokerto di Jalan Gajah Mada Mojosari, tersebut berlangsung secara tertutup.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, pejabat yang sedang pemeriksaan itu di antaranya, Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Suharsono, Kasi Penyelidikan Satpol PP, Kabid PPUD Satpol PP Samsul Bakri, dan Kasi PPNS Satpol PP Slamet Sudarto.

Selain itu, ada eks Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto Ketut Ambara, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin, Kepala Kesbang juga mantan Kabag Pembangunan tahun 2015, Edi Taufik, dan eks Kabag Umum tahun 2011 kini berdinas di Satpol PP Provinsi Jatim, Ali Kuncoro.

Dalam pemeriksaan ini turut hadir diduga konsultan pembangunan menara tower berjumlah tiga orang. Sementara itu, pengamanan proses penyelidikan dilakukan empat petugas kepolisian bersenjata laras panjang di pintu masuk Aula Wirasatya.

”Sampai di sini saja ya, jangan masuk pesannya seperti itu,” pesan Kanit Tipiter Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Sukoco. Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan di sejumlah tempat. Penggeledahan dilakukan diduga kuat terkait kasus gratifikasi pembangunan 15 tower di Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

Tak hanya itu, 13 barang bergerak aset milik Bupati Mustofa Kamal Pasa, seperti sepeda motor,  jet ski hingga mobil mewah turut disita sebagai barang bukti. Selain itu, ada pula uang tunai milik perusahaan keluarga bupati, PT Musika, sekitar 4 miliar yang turut disita KPK. Saat ini, barang bukti tersebut masih dititipkan di Polsek Magersari Kota Mojokerto.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia