Selasa, 19 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pagar Kediaman Ayah Bupati Dilengkapi Lambang Surya Majapahit

Selasa, 01 May 2018 19:35 | editor : Mochamad Chariris

Pengendara melintas di depan rumah ayah MKP, H Jakfaril, di Desa Tampungrejo, Puri, Mojokerto.

Pengendara melintas di depan rumah ayah MKP, H Jakfaril, di Desa Tampungrejo, Puri, Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto.)

MOJOKERTO - Kediaman ayah bupati Mustofa Kamal Pasa, H Jakfaril, di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, nyaris tak terlihat adanya aktivitas.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto Senin (30/4), beberapa orang yang lewat di depannya terlihat menoleh untuk sekadar mencari tahu kabar terakhir dari orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto tersebut.

Pun demikian dengan tetangga yang masih bertanya-tanya terkait status bupati dua periode itu. Rumah berpagar motif Surya Majapahit itu juga tampak tertutup dan terkunci. ’’Setiap hari memang selalu ditutup. Tapi hari ini (kemarin, Red) tidak terlihat ada orang,’’ ungkap salah satu tetangga dekat H Jakfaril.

Dia mengaku, kali terakhir melihat MKP pada penggeledahan KPK pada Kamis malam (26/4). Setelah itu, ibu rumah tangga ini mengaku tidak lagi melihat lagi keberadaan suami dari dr Ikfina Fahmawati tersebut. ’’Minggu kemarin (29/4) lihat ada mobilnya, tapi apakah ada orangnya atau tidak, saya nggak tahu,’’ paparnya.

Dia menyatakan, meski tidak tinggal satu atap dengan ayahnya, namun MKP tidak jarang untuk berkunjung ke rumah H Jakfaril. Sebelumnya, kediaman H Jakfaril memang tak luput dari penggeledahan KPK. Dengan disaksikan MKP, penyidik antirasuah terlihat memasukkan dokumen dan sejumlah uang ke dalam koper. Masing-masing dua koper warna merah berukuran besar dan satu koper warna biru ukuran sedang ke dalam lima mobil petugas.

Selain itu, penyidik dari lembaga superbodi ini juga menyita barang bergerak berupa mobil Honda New CR-V Nopol S 1001 NB warna merah marun. Sedangkan uang yang disita dari dalam rumah H Jakfaril mencapai Rp 4 miliar lebih. Diduga uang tersebut adalah uang milik PT Musika, perusahaan bidang pemecah batu milik keluarga MKP di Desa Tawar, Kecamatan Gondang. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia