Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Raih Layang-Layang, Santri Terjatuh dari Lantai Dua Asrama Pesantren

Kamis, 03 May 2018 13:58 | editor : Mochamad Chariris

Korban dijenguk keluarganya saat dirawat di RSUD Prof Dr Seokandar Mojosari, Mojokerto.

Korban dijenguk keluarganya saat dirawat di RSUD Prof Dr Seokandar Mojosari, Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - M Dhani Akbar, 17, warga Desa Lolawang, Kacamatan Ngoro,  Kabupaten Mojokerto, harus dirawat intensif di UGD RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari, Mojokerto.

Santri Pondok Pesantren Nurul Islam, Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, itu diduga mengalami patah tulang setelah terjatuh dari lantai dua asrama pesantren sekaligus Madrasah Aliyah (MA).

"Korban tiba-tiba terjatuh ke lantai dasar," ungkap keluarga korban di rumah sakit. Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi (3/5). Sekitar pukul 09.30 atau seusai melangsungkan ujian sekolah, korban diketahui sedang bermain bersama teman sesama santri.

Nah, tak berlangsung lama dia yang berada di lantai dua asrama pesantren lantas terjatuh dari ketinggian kurang lebih sekitar 5 meter. Melihat korban tergeletak, para santri dan pun guru bergegas memberi pertolongan dan membawa ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis sementara, korban diduga mengalami patah tulang belakang dan di sebagian tangan. ”Tapi,  Alhamdulillah blai selamet. Tidak sampai ada cedera otak atau lebih parah," ungkap ibu korban, Sukemi, sembari mendampingi putranya.

Kapolsek Pungging, AKP Adam Muhary membenarkan kecelakaan yang dialami seorang santri tersebut. Petugas kepolisian, kata Adam, saat ini masih melakukan pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) dari para saksi di lokasi.

"Korban masih terbaring di UGD rumah sakit. Informasinya, korban ini jatuh karena terpeleset saat mau mengambil benang layangan," tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia