Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dirikan NUsantara Mart, NU Mojokerto Gerakkan Perekonomian Umat

Kamis, 03 May 2018 15:12 | editor : Mochamad Chariris

Para pekerja mengerjakan plafon bangunan NUsantara Mart MWC NU Ngoro, Mojokerto, Kamis (3/5). Direncanakan bisnis minimarket berbasis NU ini akan beroperasi jelang Ramadan nanti.

Para pekerja mengerjakan plafon bangunan NUsantara Mart MWC NU Ngoro, Mojokerto, Kamis (3/5). Direncanakan bisnis minimarket berbasis NU ini akan beroperasi jelang Ramadan nanti. (Moch Chariris/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Sukses mengembangkan lembaga sosial kesehatan melalui RSI Sakinah, PC NU Kabupaten Mojokerto kini mulai membangkitkan gerakan perekonomian umat.

Dipelopori Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Pengurus Wilayah (PW) Jatim dan LPNU Kabupaten Mojokerto, dalam waktu dekat, bisnis waralaba bernama NUsantara Mart ini akan beroperasi di wilayah nauangan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Ngoro.

Saat ini, kesiapan bangunan serta sarana dan prasana yang berada di Jalan Jolotundo RT 10/RW 03 Sukorejo, Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, tersebut bahkan sudah memasuki tahap finishing. ”Target kami bersama MWC NU Ngoro, setidaknya NUsantara Mart sudah bisa beroperasi menjelang Ramadan,” ungkap Koordinator LPNU Kabupaten Mojokerto, Riza Pahlevi.

Dia menuturkan, awal terbentuknya bisnis ritel berbasis franchise ini setelah PC NU menggerakkan program Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) tahun 2018 di wilayah MWC Ngoro. Dalam pendidikan tersebut kemudian tercetus gagasan untuk menggerakkan perekonomian Nahdliyin melalui bisnis waralaba.

”Namun, karena biaya yang dibutuhkan cukup besar, maka teman-teman MWC NU Ngoro kemudian membuka ide membuka saham terbuka bagi semua Nahdliyin se-wilayah Ngoro dan cabang,” imbuhnya. Ghirah (semangat) membangun perekonomian berbasis pasar modern itu pun sambut bergayung.

MWC NU Ngoro lantas membuka saham terbuka melalui 5 ribu lembar saham. Satu lembar saham, bagi warga Nahdliyin dapat menanamkan modalnya minimal Rp 100 ribu. ”Dan, saat ini 5 ribu saham itu sudah habis. Artinya, saham senilai Rp 500 juta sudah terpenuhi,” tambah pengusaha travel bus PO Mahkota Putri Sejati (MPS) Mojokerto tersebut.

Namun, karena kebutuhan anggaran mendirikan NUsantara Mart cukup besar, LPNU PW Jatim, LPNU Cabang Kabupaten Mojokerto dan MWC Ngoro pun bersepakat juga membuka saham dari luar. Hal itu, lanjut Riza, sekaligus untuk menutupi kekurangan saham yang nilainya diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Dia menyebutkan, rincian kebutuhan pendirian NUsantara Mart baru yang terhitung saat ini di antaranya berupa sewa lahan dan gudang, perbaikan gudang, properti minimarket, pengadaan rak dan jenis barang dagangan, serta kebutuhan biaya operasional. ”Tidak kalah penting, harga jual dagangannya nanti lebih murah dari minimarket-minimarket yang sudah ada ” paparnya.

Ketua MWC NU Ngoro H Marzuki menambahkan, pendirian NUsantara Mart tersebut merupakan bisnis ritel berbasis NU yang perdana di Mojokerto. ”Ini murni milik warga NU MWC Ngoro yang memiliki (menanam) saham. Semoga bisa menjadi barometer dan motor penggerak perekonomian umat di MWC lainnya,” katanya.

”Mohon doa restunya, Insya Allah NUsantara Mart ini akan di-launching pada Minggu (13/5) mendatang,” pungkasnya.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia