Selasa, 19 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Satu Lagi, Mobil Double Cabin Aset Milik MKP Disita KPK

Kamis, 03 May 2018 17:00 | editor : Mochamad Chariris

Mobil double cabin diduga milik MKP yang disita KPK dititipkan di Mapolresta Mojokerto.

Mobil double cabin diduga milik MKP yang disita KPK dititipkan di Mapolresta Mojokerto. (Farisma/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Meski telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus gratifikasi izin proyek pendirian BTS (base transceiver station) tower telekomunikasi, tak membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan proses penyelidikan terhadap aset Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa di Mojokerto.

Tim penyidik lembaga antirasuah itu kembali menyita satu unit mobil Nissan Navara nopol S 9009 TN warna silver diduga milik MKP. Mobil tersebut untuk sementara waktu masih dalam status titipan KPK di halaman Mapolresta Mojokerto, sebelum nantinya dijadikan tambahan barang bukti.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto, mobil jenis double cabin ini sudah terparkir di halaman Mapolresta Mojokerto, sejak Rabu malam (2/5). Dari surat penyitaan yang diterima polresta, mobil tersebut hanya sebatas titipan. Sebelum akhirnya nanti kembali ditangani lembaga superbodi itu sebagai barang bukti.

"Notabene tindak lanjut dari rangkaian rekan KPK pekan kemarin. Hanya satu unit mobil Navara dan dari berita acara yang diterima satreskrim. Mungkin satu atau dua hari ke depan diambil alih lagi oleh KPK," terang Kasubbaghumas Polresta Mojokerto, AKP Agus Purnomo.

Namun, Agus tidak bisa membeberkan mobil tersebut berasal dari mana. Polresta hanya mendapat mandat dari KPK sebagai tempat penitipan saja sampai nanti penyidik yang menangani kembali.

Berdasarkan informasi yang didapat wartawan di lapangan, mobil tersebut dikabarkan didapat penyidik antirasuah itu dari sebuah bengkel di kawasan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

"Dari siapa mobil itu, masih kita dalami lagi, apakah personelnya sama dengan rangkaian yang di Polsek Magersari (penitipan 13 kendaraan mobil sebelumnya). Yang pasti, kita hanya mendapatkan amanat sebagai penitipan saja," pungkas Agus. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia