Selasa, 19 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Antar Anak Sekolah, Nyawa Guru SDN Kota Mojokerto Melayang

Senin, 07 May 2018 16:44 | editor : Mochamad Chariris

Petugas Unit Laka Lantas Polresta Mojokerto saat melakukan olah tempat kejadian perkara.

Petugas Unit Laka Lantas Polresta Mojokerto saat melakukan olah tempat kejadian perkara. (Farisma/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kecelakaan lalu lintas di jalur alternatif Mojokerto-Jombang kembali memakan korban. Senin pagi (7/5) terjadi di Jalan Raya Desa Pageruyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Budi Siswanto, 54, guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Dusun Pudo, Desa  Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian setelah terlibat kecelakaan karambol dengan truk tangki dan mobil Isuzu Panther.

Guru SDN Kedundung 3 Kota Mojokerto ini mengalami luka parah di bagian kepala akibat terlindas ban truk tangki tetes tebu. Kecelakaan juga mengakibatkan anak Budi, Ragil Agustin Wijaya, yang dibonceng mengalami luka-luka.

Informasi yang diterima Jawa Pos radar Mojokerto, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30. Saat itu, Budi hendak mengantar Ragil sekolah mengendarai motor Yamaha Mio merah melaju dari arah barat ke timur.

Sebelum mendekati TKP (tempat kejadian perkara), Budi mencoba mendahului truk tangki bermuatan tetes tebu nopol W-8245-UN kemudikan Maqinul Amin dari sisi kanan. Namun, petaka datang saat laju motor Budi belum sempat mendahului truk.

Dari sisi berlawanan, muncul mobil Isuzu Panther nopol L-1803-YV berwarna biru. Diduga karena ruang laju yang sempit, motor Budi bersenggolan dengan Isuzu Panther hingga mengakibatkan korban terjatuh ke sisi kiri.

Di saat bersamaan, Maqinul tak kuasa menahan laju truknya hingga ban truk melindas tubuh tambun Budi. ''Karena tidak cukup ruang sehingga tertabrak mobil Isuzu Panther,"ungkap Ipda Karen, Kanitlaka Satlantas Polresta Mojokerto. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia