Jumat, 25 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Mas'ud Yunus: Money Politic Itu Tiket Masuk Neraka

Selasa, 08 May 2018 15:21 | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Mas'ud Yunus (tengah) bersama Forkopimda Kota Mojokerto di acara Dikir Akbar.

Wali Kota Mas'ud Yunus (tengah) bersama Forkopimda Kota Mojokerto di acara Dikir Akbar. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pilkada Serentak 27 Juni yang kurang dari dua bulan disikapi serius sejumlah pihak. Imbauan memilih dan menghindari praktik money politic terus digencarkan. Bahkan partisipasi dari pemilih perempuan digenjot.

Itu dilakukan Majelis Taklim Kota dan Pemkot Mojokerto pada acara zikir akbar di depan gedung pemkot. Majelis Taklim Kota yang kemarin terlibat dalam agenda zikir akbar di depan kantor pemkot menyerukan ajakan berpartisipasi aktif dalam Pilkada Serentak.

’’Tahun ini masuk tahun Pemilukada. Jangan ada yang tidak mau gunakan hak suara,’’ ucap KH Maksum Maulani, ketua Forum Majelis Taklim Kota di hadapan ribuan jamaah yang kebanyakan ibu-ibu.

Dikatakannya, forum majelis taklim memiliki 527 majelis dengan anggota sebanyak 11 ribu orang. Karena itu, pihaknya meneruskan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait partisipasi dalam Pemilukada 2018. ’’Karena memilih itu wajib hukumnya. Sedang, tidak memilih itu haram,’’ tukas pria yang juga Ketua BAZNAS Kota Mojokerto ini.

Disebutkannya pula pada acara yang dihadiri seluruh jajaran Forkopimda Kota Mojokerto itu, jamaah majelis taklim diajak untuk memilih yang terbaik dari calon-calon yang baik. ’’Andaikan semua calon jelek maka pilihlah yang kejelekannya paling sedikit,’’ imbaunya.

Sementara itu, Wali Kota Mas’ud Yunus juga menyampaikan hal senada. Ia mengatakan, jangan sampai ada warga Kota Mojokerto yang memilih golongan putih (golput) alias tidak mencoblos.

Selain itu, wali kota juga mengimbau agar masyarakat menghindari praktik politik uang (money politic). ’’Money politic itu termasuk riswah. Seng nerima seng ngekeki itu melbu neroko. Jadi, money politic itu karcis masuk neraka,’’ ujar wali kota yang disambut gerrr jamaah.

Menurut data dari KPU Kota Mojokerto, jumlah pemilih pada Pilkada Serentak ini mengalami peningkatkan dibandingkan dari pemilu sebelumnya. Peningkatan jumlah pemilih itu salah satunya ditunjang kenaikan jumlah pemilih berjenis kelamin perempuan.

Keberadaan kaum Hawa ini terbilang dominan dalam Pilkada Serentak 2018 ini. Jumlah total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Mojokerto 96.132 pemilih.

Jumlah itu lebih banyak 1.584 pemilih dibanding DPT Pilpres silam yang mencapai 94.536 pemilih. Dari jumlah itu terbagi dari pemilih laki-laki 46.935 dan pemilih wanita 49.197. Jumlah pemilih wanita dominan pada tiga kecamatan, Magersari, Prajurit Kulon, maupun Kranggan.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia