Senin, 18 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pasokan Elpiji Jelang Ramadan Dipastikan Aman

Sabtu, 12 May 2018 14:57 | editor : Mochamad Chariris

Pekerja agen elpiji menata ratusan tabung elpiji melon milik PT Sumber Daya Gasindo di Jalan Jayanegara, Kec. Puri, Mojokerto.

Pekerja agen elpiji menata ratusan tabung elpiji melon milik PT Sumber Daya Gasindo di Jalan Jayanegara, Kec. Puri, Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Momentum bulan suci Ramadan yang akan hadir beberapa hari lagi selalu memunculkan sejumlah persoalan pelik yang tak dapat dihindari masyarakat setiap tahunnya.

Selain melonjaknya harga bahan pokok, minimnya pasokan bahan bakar juga menjadi persoalan klasik yang selalu muncul hingga selalu menjadi perdebatan panjang tanpa solusi. Kelangkaan tabung gas elpiji melon (ukuran 3 kg) sudah menjadi pemandangan klasik yang biasa muncul saat Ramadan dan Lebaran tiba.

Akan tetapi, situasi seperti itu diyakini PT Pertamina tidak akan terjadi di Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Sebagai satu-satunya penyokong bahan bakar utama untuk kebutuhan pangan masyakarat, Pertamina kini mulai mengantisipasi kelangkaan pasokan tabung gas.

Yakni, lewat penambahan pasokan dan volume elpiji dari kuota sebelumnya. Bagaimana tidak, tambahan pasokan hingga 125 persen diupayakan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim puasa dan Lebaran.

’’Mulai minggu-minggu ini sudah ada tambahan pasokan dari Pertamina. Tambahannya antara 100 sampai 200 persen dari hari biasanya,’’ terang Hani, manajer operasional PT Sumber Daya Gasindo SPBU di Jalan Jayanegara Kabupaten Mojokerto salah satu agen elpiji di Mojokerto.

Hani menjelaskan, rata-rata usahanya biasanya menghabiskan tabung elpiji 3 kg sebanyak 5 truk yang dijual ke masyarakat umum. Dengan volume per truk berisikan 112 tabung melon.

Namun, untuk momentum puasa tahun ini, Pertamina rupanya bakal memberikan kuota lebih. Yakni, bisa mencapai 5 sampai 7 truk tambahan yang berisikan total mencapai 1.500 sampai 1.700 tabung melon untuk rumah tangga.

Tambahan tersebut dikatakan Hani bukan tanpa sebab. Tambahan ini sengaja untuk memberikan jaminan agar elpiji tidak mengalami kelangkaan di tengah tingginya permintaan bahan bakar pangan utama. ’’Tambahan ini tidak ada batasan waktunya. Katanya sih sampai situasi bisa berjalan kondusif,’’ ungkapnya.

Untuk harga, Hani juga menegaskan tidak akan ada kenaikan. Tabung berukuran 3 kg tetap dipatok dengan harga eceran tertinggi (HET) senilai Rp 16 ribu.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia