Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Salat Gaib dan Doa Bersama, Polisi Perketat Keamanan Mapolres

Sabtu, 12 May 2018 15:35 | editor : Mochamad Chariris

Personel kepolisian melaksanakan Salat Gaib dan doa bersama di Masjid Al Darul Istiqomah di Mapolres Mojokerto.

Personel kepolisian melaksanakan Salat Gaib dan doa bersama di Masjid Al Darul Istiqomah di Mapolres Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Salat Gaib di Masjid Al Darul Istiqomah dilaksanakan personel Polres Mojokerto. Salat yang juga dilakukan secara masal di setiap polsek jajaran ini tak lain sebagai bentuk rasa duka mendalam atas gugurnya lima anggota polisi dalam kerusuhan di Rutan Mako Brimob Depok, Jabar.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata, menyatakan, Salat Gaib masal dilakukan di wilayah hukumnya tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas sebagai pengabdi negara.

’’Kami selaku jajaran kepolisian ikut berduka sangat mendalam atas meninggalnya lima pahlawan terbaik Bhayangkara,’’ katanya Jumat (11/5).

Leonardus menyampaikan simpati mendalam dengan menyebut kelima anggota polisi yang gugur di Mako Brimob sebagai syuhada. ’’Semoga Allah memberikan tempat yang mulia kepada para anggota yang gugur,’’ lanjutnya.

Seusai Salat Gaib berjamaah, ratusan anggota Polres Mojokerto juga mengirimkan doa. Bahkan, sebagai tanda duka, pita hitam juga disematkan petugas di lengan sebelah kiri.

Sedangkan di lengan sebelah kanan pita merah putih juga ikut disematkan sebagai simbol jika Polri siap berjuang sekaligus mengabdi untuk NKRI. ’’Bagi kami NKRI tidak bisa ditawar. NKRI harga mati,’’ tandasnya. Di sisi lain, pihaknya juga berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan.

Diketahui, lima anggota Polri yang gugur setelah disandera narapidana terorisme di Rutan Mako Brimob, Depok dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa oleh Kapolri Jenderal Polri Tito Karnavian.

Kelimanya adalah Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, serta Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

Leonardus menegaskan, pasca terjadi tragedi tersebut, pihaknya kini lebih meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di mapolres dan mapolsek jajaran, termasuk di setiap pos lalu lintas. Pasalnya, ancaman terorisme dapat terjadi di mana saja.

’’Nah, agar hal itu tidak sampai terjadi. Kekuatan juga kita pertebal,’’ tandasnya. Sehingga saat menjalankan tugas, pihaknya selalu menekankan terhadap para personel untuk tidak bergerak seorang diri.

Apalagi, setelah terjadi tragedi kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok, penikaman juga terjadi di Kantor Satintel Kor Brimob, Depok, Kamis (10/5). Akibatnya, seorang anggota Intel Brimob Bripka Marhum Prencje 41, tewas setelah menjadi korban penusukan yang dilakukan orang tak dikenal.

’’Artinya, keselamatan anggota menjadi yang utama. Untuk itu, penebalan personel saat bertugas kita lakukan guna mengantisipasi hal terburuk sekalipun,’’ pungkas Leonardus. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia