Selasa, 19 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Didera Penyakit Lama, PSMP Kalah di Kandang Lawan

Selasa, 15 May 2018 22:41 | editor : Mochamad Chariris

Ricky R Kambuaya (dua dari kanan) saat berseteru dengan pemain Persiwa Wamena di Stadion Gajah Mada Mojosari, Mojokerto.

Ricky R Kambuaya (dua dari kanan) saat berseteru dengan pemain Persiwa Wamena di Stadion Gajah Mada Mojosari, Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) kembali menelan kekalahan pahit saat bersua tim sesama Jatim, Semeru FC, di Stadion Semeru Lumajang, Senin (14/5).

Laskar Majapahit harus mengakui keunggulan tuan rumah saat laga berakhir dengan skor 1-2 untuk Semeru FC. Hasil menyedihkan itu sekaligus menutup laga resmi PSMP di kompetisi Liga 2 musim 2018 sebelum kompetisi diliburkan menghadapi puasa dan Lebaran 2018 pertengahan Mei nanti.

Dari hasil evaluasi sementara, kekalahan tersebut tak bisa dilepaskan dari penyakit lama yang kembali kambuh dan mendera skuad The Lasmojo.

Menurunnya konsentrasi bermain menjadi persoalan serius yang dialami PSMP sejak pertarungan berat melawan Persiwa, Kamis (10/5) hingga di pertandingan berikutnya. Kendala ini yang harus disikapi tim pelatih dengan pembenahan menyeluruh saat jeda kompetisi nanti.

’’Ya memang anak-anak masih sering loss control karena konsentrasi yang menurun,’’ terang Jamal Yastro, pelatih PSMP. Jamal menjelaskan, persoalan yang mendera anak asuhnya bukan tanpa sebab.

Sebelumnya, The Lasmojo memang kerap dilanda absennya sejumlah pemain inti akibat persoalan tertentu. Seperti akumulasi kartu hingga cedera atau sakit. Ia mencontohkan absennya Mujib Ridwan di tiga pertandingan awal membuat tim pelatih harus mencari penggantinya.

Lalu juga absennya Finky Pasamba akibat kartu merah yang diterima saat laga melawan PSIM lalu memaksa tim pelatih mengubah komposisi dan formasi tim.

Padahal, secara permainan, Laskar Majapahit sebenarnya sudah komplet sejak awal kompetisi diputar. Namun, persoalan nonteknis membuat komposisi tim harus berubah-ubah demi menghindari kekalahan.

’’Memang kita harus bisa mengatasi persoalan itu, bagaimana pun caranya. Masih kita upayakan untuk pembenahan di libur puasa nanti,’’ tambahnya. Jamal menambahkan, selama libur kompetisi nanti, Indra Setiawan dkk tetap dibebani dengan jadwal latihan.

Mulai dari latihan mandiri hingga latihan bersama. Selain untuk membenahi kekurangan, latihan itu juga ditujukan menjaga kekompakan dan chemistry antarpemain saat di lapangan. ’’Karena jadwal liburnya sangat panjang. Takutnya nanti performa anak-anak justru tambah menurun jika tidak dibebani latihan,’’ pungkasnya.

Dalam pertandingan kemarin, PSMP sempat memimpin lebih dulu saat Haris Tuharea sukses melesakkan gol di menit ke-19. Kebobolan sebiji gol, tuan rumah semakin menyentak. Lewat pressing ketat, anak asuh Putut Wijanarko itu tak banyak member kesempatan bagi Indra Setiawan dkk dalam memainkan bola.

Alhasil di menit 41, Yogi Syaiful Rijal berhasil membobol gawang Laskar Mojopahit. Kemudian, disusul Oni Rosandi menit ke-45 menambahkan gol keunggulan The Lava. Skor 2-1 tidak berubah hingga akhir babak kedua. Meski saling menyerang, kedua tim tak mampu menambah gol.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia