Senin, 28 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pelunasan BPIH Tahap Kedua Belum Penuhi Kuota

Rabu, 16 May 2018 18:00 | editor : Mochamad Chariris

Calon jamaah haji lansia saat mengurus proses dokumentasi di Kemenag Kab. Mojokerto tahun lalu.

Calon jamaah haji lansia saat mengurus proses dokumentasi di Kemenag Kab. Mojokerto tahun lalu. (Farisma Romawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Proses pelunasan biaya pelaksanaan ibadah haji (BPIH) tahap kedua oleh calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto nampaknya belum cukup memenuhi jumlah kuota awal.

Pasalnya, Kemenag Kanwil Jatim telah memutuskan jumlah CJH usulan yang berhak melunasi BPIH tak kurang dari 89 orang. Jumlah tersebut berkurang separo dari jumlah usulan awal yang mencapai 209 CJH.

89 CJH ini adalah CJH kategori penggabungan. Yakni, penggabungan keluarga yang berjumlah 60 CJH, dan penggabungan lansia ada 29 orang. Sebelumnya, jumlah usulan yang diterima kemenag sejak pembukaan awal bulan lalu sebanyak 209 CJH.

Terdiri dari 89 CJH penggabungan keluarga dan 120 CJH penggabungan lansia. Namun, dalam seleksi dan pemberkasan, Kanwil Kemenag Jatim hanya meloloskan 89 CJH asal Kabupaten Mojokerto.

Minimnya jumlah CJH yang lolos ini tak lepas dari beberapa faktor. Yang paling memengaruhi adalah soal waktu pendaftaran CJH saat mendapatkan jatah porsi keberangkatan menuju Tanah Suci.

Di mana sesuai regulasi, seleksi bergulir berdasarkan ranking usia porsi. Artinya, proses seleksi tetap memprioritaskan usia porsi CJH berdasarkan waktu pendaftaran.

’’Sesuai update yang kami terima, usia porsi termuda dari kuota CJH usulan se-Jatim adalah pendaftar di bulan Desember tahun 2012. Sedangkan rata-rata CJH usulan yang kita terima adalah CJH kategori lansia yang mendaftar di tahun 2013 dan 2014,’’ terang Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali.

Meski kurang dari separo, namun Mukti tetap menyakini jumlah tersebut mampu dioptiomalkan dalam melengkapi kuota awal yang mengalami kekurangan akibat CJH gagal melunasi di tahap pertama.

Sebab, hampir semua CJH di tahap kedua telah menyatakan diri siap berangkat menuju Tanah Suci. Namun, masih ada satu tantangan lain yang harus dilewati CJH untuk bisa dinyatakan berangkat menuju Baitullah. Yakni, mampu melewati pemeriksaan kesehatan sebagai syarat utama pelunasan BPIH.

’’Ya, sama dengan plunasan tahap pertama lalu, CJH harus melengkapi berkas pemeriksaan kesehatan yang di-upload ke sistekhatkes sebelum akhirnya diserahkan ke siskohat. Jadwal pemeriksaan sudah dibuat mulai senin dan hari ini (kemarin, Red),’’ imbuhnya.

Untuk waktu pelunasan BPIH tahap kedua, kemenag telah membukanya mulai hari ini hingga nanti tanggal 25 Mei. Selain CJH usulan, kemenag juga memberikan peluang tiga CJH di tahap pertama yang mengalami gagal sistem.

Sebelumnya, ketiga CJH mengalami kesulitan dalam proses pelunasan BPIH lantaran terkendala sistem yang error di detik-detik akhir penutupan. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia