Kamis, 21 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dilarang Beroperasi, Pengelola Karaoke Pilih Perawatan

Jumat, 18 May 2018 22:00 | editor : Mochamad Chariris

Petugas kepolisian dan satpol PP menempelkan stiker imbauan penutupan di tempat hiburan selama Ramadan di Kota Mojokerto.

Petugas kepolisian dan satpol PP menempelkan stiker imbauan penutupan di tempat hiburan selama Ramadan di Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kebijakan penghentian aktivitas tempat hiburan malam seperti tempat karaoke dimanfaatkan pengelola maintenance tempat bisnisnya.

Hal itu terbilang wajar lantaran ancaman sanksi berat dikenakan jika pengelola hiburan malam nekat beroperasi selama bulan puasa. Setelah petugas memasang imbauan penutupan operasional tempat hiburan malam seperti karaoke, biliar, dan lainnya dimanfaatkan pengelola untuk melakukan perawatan.

Itu seperti terlihat di salah satu tempat karaoke Jalan Pahlawan Kota Mojokerto. Tampak, mebel tempat duduk yang biasa dipasang di dalam room karaoke dilepas. Kemudian, mebel itu diangkut di mobil bak terbuka.

Selain itu, di ruangan lobi tampak sejumlah pekerja tengah memperbaiki sejumlah instrumen hiburan. ’’Karena tidak buka, digunakan untuk maintenance peralatan saja,’’ ujar Rudi, pengelola setempat.

Munculnya kebijakan penonaktifan tempat hiburan malam sepanjang bulan Ramadan, praktis membuat tempat hiburan seperti karaoke keluarga itu menghentikan seluruh aktivitasnya. Sebulan lebih mereka memilih tutup operasional. ’’Mungkin buka setelah Lebaran,’’ tambah dia.

Sebelumnya, Kasatpol PP Kota Mojokerto Heriyana Dodik Murtono, menegaskan, menindaklanjuti instruksi Wali Kota dan surat edaran Bakesbangpol, seluruh tempat hiburan malam seperti tempat karaoke dihimbau tutup.

Imbauan itu dimintanya ditaati seluruh pengelola tempat hiburan tersebut. ’’Karena sudah disosialisasikan, kami percaya pengelola akan menaatinya,’’ ungkapnya. Kendati demikian, apabila masih ada tempat hiburan malam yang beroperasi di bulan Ramadan, pihaknya mengaku tidak segan-segan bertindak.

Lantaran, hal itu tergolong penilaian dalam kepatuhan terhadap menjaga kondivitas daerah dan kamtibmas. ’’Kita bersama Polres Mojokerto Kota tetap akan patroli,’’ tandas mantan Asisten Sekdakot bidang pembangunan ini.

Jika muncul temuan tersebut, Heriyana mengaku bakal memberikan sanksi tegas. ’’Yang jelas kalau terkait sanksi itu nanti bisa mengarah kepada izin operasional tempat hiburan itu sendiri. Kita lihat izin operasinya. Bisa-bisa mereka tidak akan dapat izin perpanjangan lagi,’’ tegas Heriyana Dodik.

Untuk diketahui, instruksi wali kota tentang penyelenggaraan ketertiban dan ketentraman selama Ramadan dan Idul Fitri dijelaskan, ada 13 poin yang berisi imbauan, larangan, pemantauan hingga penindakan atau sanksi bagi yang melanggar.

Dalam poin 8 dijelaskan, semua tempat hiburan malam, karaoke dan panti pijat harus tutup selama bulan suci ramadhan. Sedangkan khusus bioskop hanya boleh buka pada jam tayang 18.30 sampai pukul 22.00.

Pemkot Mojokerto melarang keras tempat karaoke, panti pijat di Mojokerto beroperasi selama bulan suci ramadhan. Surat edaran Bakesbangpol itu sudah diedarkan di semua lokasi hiburan malam, panti pijat, karaoke dan sasaran lainnya. Juga dipampang di beberapa tempat umum. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia