Selasa, 19 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

PPDB SMK, Calon Siswa Harus Bebas Buta Warna

Senin, 21 May 2018 21:26 | editor : Mochamad Chariris

PPDB di SMAN 1 Mojosari tahun ajaran 2017/2018 lalu.

PPDB di SMAN 1 Mojosari tahun ajaran 2017/2018 lalu. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMK akan lebih selektif dibanding SMA.Pasalnya, calon siswa tidak hanya dituntut berkompetisi dalam seleksi yang menggunakan nilai ujian nasional (NUN).

Namun juga harus lolos serangkaian tes. Termasuk tes kesehatan dengan tidak buta warna. Kasi Pendidikan Menengah dan PKLK Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Muhammad Suwanto, menjelaskan, PPDB SMK cukup berbeda dengan jenjang SMA.

Sebab, tidak menerapkan sistem zonasi. Sehingga, calon siswa bebas memilih SMK sesuai minat masing-masing. ’’Di SMK tidak ada zonasi. Calon siswa bisa memilih SMK mana saja,’’ terangnya.

Dengan demikian, tidak ada batasan kuota dalam zona maupun luar zona seperti jenjang SMA. Sehingga, siswa yang domisilinya terdekat dengan sekolah dalam zona lah yang lebih diprioritaskan.

Namun, untuk pemilihan sekolah di SMK, seluruh lulusan SMP dari berbagai daerah di Jawa Timur berhak mendaftar ke SMK di kabupaten/kota mana saja.

Meski demikian, setiap calon peserta tetap dibatasi mendaftar hanya dua pilihan jurusan. Kedua jurusan tersebut bisa berasal dari satu sekolah yang sama atau salah satu pilihan jurusan diambil dari SMK yang lain.

Suwanto menjelaskan, untuk seleksi penerimaan tetap berdasarkan pertimbangan NUN. Namun, ada beberapa persyaratan jika siswa sudah masuk dalam daftar yang bakal diterima.

Mereka harus mengikuti serangkaian tes minat dan bakat. ’’Selain itu juga menyerahkan hasil tes kesehatan tidak buta warna ke sekolah tujuan,’’ paparnya.

Syarat buta warna tersebut hanya berlaku bagi bidang keahlian teknologi dan rekayasa. Serta teknologi informasi dan komunikasi. Aturan tersebut, kata Suwanto, tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Namun, kali ini akan ada sedikit perubahan. Pelaksanaan tes buta warna akan dilakukan pada saat pendaftaran awal atau sebelum siswa dinyatakan diterima.

Dengan demikian, setiap peserta didik akan diberikan form untuk memenuhi prasyarat sebelum masuk ke SMK. Dia menjelaskan, keputusan itu berdasarkan kesepakatan lembaga SMK di Kabupaten dan Kota Mojokerto.

’’Jadi nanti akan minta kerja sama dengan puskesmas yang terdekat dengan SMK tersebut,’’ paparnya. Menurutnya, hal itu dilakukan agar menghindari kekecewaan calon peserta didik yang telah dinyatakan diterima, tetapi pada saat tes kesehatan, siswa terpaksa harus tersisih karena pada tidak lolos buta warna.

’’Tahun ini kita buat di awal. Siswa yang mau mendaftar di SMK kita saring pilih jurusan apa. Kemudian kita sarankan tes buta warna dulu,’’ imbuhnya.

Dijadikannya syarat tidak buta warna tersebut tak lepas dari proses belajar mengajar yang akan dijalani nanti. Mengingat, siswa akan dihadapkan dengan pengenalan maupun praktik yang berkaitan dengan beberapa fungsi komponen yang ditandai dengan warna tertentu.

’’Seperti rangkaian kabel yang memiliki berbagai warna. Masing-masing warna memiliki fungsi yang berbeda. Kalau siswa buta warna tentu akan kesulitan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, jadwal pengambilan PIN PPDB akan dibuka mulai 25 Mei-8 Juni. Calon siswa juga diberi kesempatan untuk melakukan simulasi mulai 25 Mei-8 Juni.

Lalu jadwal pendaftaran jalur reguler dilaksanakan 25-28 Juni. Sedangkan pendaftaran jalur nonreguler akan dibuka lebih dulu mulai 30 Mei-4 Juni. Panita akan melakukan verifikasi dan validasi 5-7 Juni. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia