Selasa, 19 Jun 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Pengeroyokan Siswa SMP Berpotensi Bertambah

Kamis, 31 May 2018 22:30 | editor : Mochamad Chariris

Kapolres AKBP Leonardus Simarmata menunjukkan empat tersangka pengeroyokan dialami dua pelajar SMP saat konferensi pers di mapolres.

Kapolres AKBP Leonardus Simarmata menunjukkan empat tersangka pengeroyokan dialami dua pelajar SMP saat konferensi pers di mapolres. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kasus pengeroyokan dialami dua pelajar SMP, IG, 15, dan DN, 15, warga Kecamatan Pungging, di area Stadion Gajah Mada Mojosari, Kabupaten Mojokerto, akhirnya terungkap.

Setidaknya sudah ada empat pelaku diamankan Unitreskrim Polsek Mojosari bersama Polres Mojokerto setelah terbukti melakukan tindak pidana pengeroyokan pada Minggu pagi (27/5).

Ironisnya, dari empat pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, status mereka masih di bawah umur. Keempatnya adalah ESH, 18, warga Dusun/Desa Randubangu; DG, 20, warga Dusun Sidotopo, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari.

Sedangkan dua pelaku lainnya masih berstatus pelajar aktif. Masing-masing, ND, 16, warga Kecamatan Mojosari dan EA, 16, warga Kecamatan Pungging. ’’Dari empat pelaku ini, (tersangka) berpotensi akan bertambah,’’ ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata, saat menyampaikan hasil ungkap kasus di mapolres.

Menurut Leonardus, empat tersangka tersebut diamankan dari rumahnya masing-masing. Tidak ada perlawanan dalam penggerebekan yang berlangsung selama dua hari itu. Mereka hanya bisa pasrah saat dijemput dan digelandang petugas ke Mapolsek Mojosari.

’’Pelaku mengakui kalau terlibat dalam tindak pidana pengeroyokan pada Minggu pagi di area stadion,’’ tuturnya. Penangkapan pelaku tak lepas dari laporan korban sebelumnya. Meski antara korban dan pelaku tidak saling kenal.

Namun, bermodal video yang viral di medsos, petugas berhasil menyisir satu per satu pelaku. ’’Hasil lidik, motifnya para pelaku sakit hati kepada korban,’’ tandasnya.

Sebab, saat waktu bersamaan di area tempat kejadian perkara (TKP), dengan mondar-mandir di depan para pelaku beberapa kali, korban sengaja menggeber motor yang sudah dimodifikasi menggunakan knalpot brong.

Merasa tidak terima dan terganggu dengan kebisingan suara motor, salah satu pelaku, ESH lantas tersulut emosi. Seketika, dia menyerang dan memukuli korban. Serangan ini mengakibatkan korban jatuh lalu tersungkur bersama motornya.

’’Bersamaan itu, pelaku kembali menendang punggung korban saat posisi (sudah) terjatuh,’’ katanya. Dalam hitungan detik, beberapa remaja yang tak jauh di lokasi ikutan mengeroyok dua korban.

Bahkan, ada salah satu pelaku sengaja menabrakkan motornya ke arah korban. ’’Lalu, ada lagi yang mukulin lagi hingga 20 kali. Jadi cukup banyak,’’ tambahnya. Akibatnya, dua korban mengalami luka serius. Keduanya mengalami luka benjol dan memar di kepala belakang, luka lebab di tangan sebelah kiri dan punggung.

’’Bibir korban juga mengalami sobek. Karena pukulan yang membabi buta para pelaku,’’ paparnya. Hal itu dikuatkan dari hasil visum rumah sakit yang dilakukan terhadap dua korban pengeroyokan.

Yakni, IG, 15, dan DN, 15, warga Kecamatan Pungging. Keempat tersangka dijerat pasal 170 ayat 2 ke 1 huruf e KUHP. ’’Ancaman hukumannya lima tahun penjara,’’ pungkas Leonardus.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia