Senin, 25 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Industri Furniture Indonesia Kalah Efisien dari Vietnam

Kamis, 20 Jul 2017 16:41 | editor : Pratono

TINGKATKAN EFISIENSI – Salah seorang pembicara berbagi pengetahuan dan tren yang sedang berkembang di industri furniture dalam dan luar negeri dalam Seminar Industrial Furniture 2017.

TINGKATKAN EFISIENSI – Salah seorang pembicara berbagi pengetahuan dan tren yang sedang berkembang di industri furniture dalam dan luar negeri dalam Seminar Industrial Furniture 2017. (Nurul Pratidina/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Potensi pengembangan industri furniture Indonesia dinilai cukup besar. Sayang, potensi ini masih belum didukung oleh modernisasi alat. Diharapkan ada sinergi antara pelaku industri furniture maupun komponen pendukung lainnya guna menangkap peluang tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh South East Asia Product & Sales Manager PT Propan Raya, Agus Dwi Purnama di sela Seminar Industrial Furniture 2017 dengan tajuk ‘Meningkatkan Daya Saing Industri melalui Inovasi Produk Ramah Lingkungan dan Efisiensi’ di Gumaya Tower Hotel, Kamis (20/7/2017). “Sebelumnya pasar terbesar dipegang oleh Tiongkok, namun karena di sana tenaga kerja juga sudah mulai mahal, maka sekarang para buyer mulai memindahkan orderan ke negara lain. Sayangnya, yang paling banyak dapat malah Vietnam, bukan kita,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia kalah bersaing dari segi teknologi. Sehingga efisiensi baik dari segi waktu maupun biaya di bawah Vietnam. Dampaknya ada pada harga jual yang lebih mahal. “Karena kita kurang efisien ya dari sisi harga juga tidak bersaing,” ujarnya.

(sm/din/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia