Rabu, 20 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Kedu
Hari Jadi Wonosobo

Kirab Boyong Kedhaton Sedot Ribuan Warga Wonosobo

Senin, 24 Jul 2017 21:16 | editor : M Rizal Kurniawan

LIMO LENGGER: Usai Tari Kowangan disuguhkan tari lengger limo, penampilan para seniman Wonosobo ini atraktif saat lengger limo naik ke pundak para penari lelaki.

LIMO LENGGER: Usai Tari Kowangan disuguhkan tari lengger limo, penampilan para seniman Wonosobo ini atraktif saat lengger limo naik ke pundak para penari lelaki. (UMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO –Kirab boyong kedhaton yang digelar sebelum upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Wonosobo ke-192, Senin (24/7) mendapat sambutan meriah dari warga masyarakat. Sejak start awal di Kantor PT Tambi, Jalan T.Jogonegoro hingga berakhir di Alun-alun Kota, jalan utama Kota Wonosobo dipadati ribuan warga yang menanti rombongan kirab yang dipimpin bupati dan wakil bupati tersebut.

KIRAB: Usai keliling kota Bupati Wonosobo Eko Purnomo turun dari kereta dan memimpin upacara

KIRAB: Usai keliling kota Bupati Wonosobo Eko Purnomo turun dari kereta dan memimpin upacara (UMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)

Bupati Eko Purnomo beserta istri, Ny. Fairuz Eko Purnomo dan Wakil Bupati Agus Subagiyo beserta Ny. Ani Agus Subagiyo yang berada tepat di belakang pasukan pengawal dan grup Marching Band Praja Utama terlihat selalu melambaikan tangan, seraya melempar senyum dan menyapa warga masyarakat yang berada di tepi jalan rute kirab.

Sejumlah warga yang ditemui, mengaku senang bisa bertemu muka langsung dengan Bupati-Wabup, Camat dan jajaran pejabat yang mengiringi kirab dengan naik dokar. Sebagian besar bahkan mengaku telah menunggu iring-iringan kirab sejak pagi hari, karena sebelumnya sudah mengetahui jadwal kirab dimulai pukul 08.30 WIB.

“Sudah menunggu sejak jam 08.00, tapi ternyata kirabnya baru jam 10 lebih lewat sini,” kata Obie Hasan, 26, warga Mojotengah yang bersama istri dan kedua anak balitanya mengaku sengaja datang ke kawasan Taman Plaza untuk melihat langsung kirab boyong kedhaton.

Puluhan siswa dari sebuah sekolah dasar yang berjejer rapi di sekitar perempatan Honggoderpo juga mengaku sangat antusias ingin melihat Bupati dan Wakil Bupati, sehingga sekolah pun mengijinkan mereka untuk sejenak meninggalkan kelas.

Kirab boyong kedhaton, dijelaskan Kasubbag Humas dan Protokol Setda, Ambar Arum merupakan bagian dari puncak peringatan HUT Kabupaten Wonosobo ke-192.

“Kirab boyong kedhaton ini melambangkan perpindahan pemerintahan pada awal berdirinya Kabupaten ini dari ledhok, Plobangan Selomerto ke pusat pemerintahan sekarang, yaitu Kota Wonosobo,” terangnya.

Urutan kirab, dijelaskan Ambar diawali oleh barisan grup Marching Band Praja Utama, diikuti pasukan Bergada pengawal yang membawa tombak, baru kemudian kereta kencana Bupati dan Wakil Bupati di belakangnya. Rombongan terakhir, menurut Ambar adalah jajaran pimpinan Camat dan para pimpinan OPD yang masing-masing membawa panji-panji kebesaran Kabupaten Wonosobo.

“Tujuan lain kirab, untuk lebih mendekatkan Pimpinan Daerah dan jajaran pemerintahan Kabupaten dengan warga masyarakat,”katanya.

Sementara itu, usai upacara hari jadi ribuan warga menyaksikan suguhan tari kolosal berkisah tentang Kowangan, sebuah alat musik terbuat dari bambu khas Wonosobo. Tarian itu menyita perhatian penonton karena tampil memukau. Setelah itu warga berebut tumpeg dan air suci berasal dari tujuh sumber mata air tua di Wonosobo.

(sm/ale/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia