Senin, 18 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Korban KDRT Masih Enggan Melapor

Senin, 07 Aug 2017 09:40 | editor : Pratono

KONSULTASI: Penyuluhan hukum tentang mencegah KDRT melalui mediasi dalam acara klinik hukum Peradi di Aula Kelurahan Meteseh, Senin (7/8/2017).

KONSULTASI: Penyuluhan hukum tentang mencegah KDRT melalui mediasi dalam acara klinik hukum Peradi di Aula Kelurahan Meteseh, Senin (7/8/2017). (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG-Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi perhatian bersama. Tapi masih sedikit korban yang mau melapor ke aparat berwajib.

Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang Theodorus Yosep Parera menyayangkan masih banyak korban KDRT yang belum berani lapor. Menurutnya, KDRT bisa ditimbulkan dari kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran.

"Langkah yang bisa diambil tentunya kewajiban pemerintah untuk memberikan edukasi dan pengawasan menyeluruh. Agar korban berani melakukan pelaporan," katanya dalam acara "Klinik Hukum" yang diadakan DPC Peradi) Semarang bersama mahasiswa Universitas Semarang (USM) di Aula Kelurahan Meteseh, Senin (7/8/2017).

Diakuinya, lingkup keluarga memang privat, sehingga perlu adanya mediator. Tujuannya agar tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran hukum dalam rumah tangganya. "Jadi ketua RT/RW dan lurah juga perlu terjun ke rumah-rumah. Sehingga apabila ada KDRT bisa ditanggulangi dari awal,"ungkapnya.

Dari data yang dihimpun Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Jawa Tengah, kasus Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) tertinggi ada di Kota Semarang dengan 177 kasus, diikuti Kabupaten Wonosobo dengan 60 kasus, Surakarta dengan 37 kasus, Kabupaten Kendal dengan 26 kasus, dan Kabupaten Semarang dengan 15 kasus.

Ketua Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Semarang (USM), Ani Triwati memastikan, lembaganya siap mendampingi semua kasus hukum yang dialami masyarakat baik perkara pidana, perdata dan PTUN, termasuk KDRT. Dan semuanya akan diberikan secara gratis.

(sm/jks/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia