Kamis, 21 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Gerebek Gudang, Temukan Ribuan Liter Pestisida Ilegal

Rabu, 25 Oct 2017 16:22 | editor : Pratono

DIDUGA ILEGAL: Petugas Ditreskrimsus Polda Jateng menggerebek gudang penyimpanan pestisida yang diduga ilegal.

DIDUGA ILEGAL: Petugas Ditreskrimsus Polda Jateng menggerebek gudang penyimpanan pestisida yang diduga ilegal. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menggerebek gudang UD Arum Tani di Desa Kembangarum Mranggen Demak. Pasalnya, gudang tersebut digunakan untuk kegiatan produksi dan mengedarkan pestisida yang diduga ilegal.

Barang bukti yang diamankan berupa 36 drum ukuran 200 liter berisi Bravoxone, 36 drum berisi Posat, 45 drum berisi Kresna Up, 86 botol bening Posat, 223 botol putih Bravoxone, 19 jeriken Kresna Up, 61 jeriken Bravoxone, 12 jeriken Roundop isi Bravoxone biru, 7 jeriken Roundop isi Bravoxone warna kuning. Selain itu juga ada satu alat mixer dan pompa air.

Pengungkapan ini bermula ketika petugas mendapat informasi dari masyarakat di wilayah Demak telah beredar pestisida pembasmi rumput yang diduga ilegal pada 20 September 2017 lalu. Hingga akhirnya, petugas mendatangi lokasi tersebut dan melakukan penindakan Senin (23/10/2017) lalu.

"Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui tempat itu dipakai untuk kegiatan produksi dan mengedarkan pestisida jenis herbisida merek Posat 480 SL, Bravoxone 276, Biona 480 SL dan Kresna UP 525 SL ukuran 200 liter yang dikemas ulang tanpa label dan belum terdaftar di Kementan RI," ungkap Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Egi Andrian Suez, Rabu (25/10).

Selain menyita barang bukti tersebut, petugas juga mengamankan pemilik gudang bernama Suparno. Berdasarkan keterangan pemilik gudang, usaha jualan pestisida tersebut dirintis sejak tahun 2008 silam. Sedangkan penjualan pestisida ilegal tersebut dimulai tahun 2011 di tokonya.

"Pengakuannya, awalnya dia itu merintis. Kita belum cek apa benar bahan bakunya asli atau tidak. Untuk oplosan atau tidak perlu uji lab," katanya.

Uji laboratorium dimaksudkan untuk mengetahui kandungan pestisida tersebut membahayakan lingkungan dan manusia atau tidak. Menurut Egy, pembuatan pestisida sangat ketat aturannya dan tercantum pada pasal 60 ayat (1) UU RI Nomor 12 tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman.

"Dalam undang-undang, didesain agar aman untuk manusia dan lingkungan. Isinya virus dan zat kimia. Mematikan rumput, jangan lingkungan. Pestisida sangat berbahaya, jadi tidak sembarangan," tegasnya.

Saat ini petugas masih mendalami kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. Sementara, pemilik gudang bisa dijerat pasal 60 ayat (1) UU RI Nomor 12 tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman dan UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Ancamannya 5 tahun penjara. Yang budidaya tanaman ada denda Rp 250 juta dan perlindungan konsumen denda Rp 2 miliar," jelasnya.

(sm/mha/hib/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia